Sabtu, 07 Januari 2012

Tuhan itu ada


Jika pagi datang orang yang lalai akan berpikir apa yang harus ia kerjakan,Sedangkan orang yang berakal akan berpikir apa yang akan dilakukan Allah (Tuhan) kepadanya. “ Ibnu athailah.

Kalimat indah yang ada diatas menunjukan bagaimana seharusnya sikap sesungguhnya seorang yang mempunyai akal fikiran , ketika dia terbangun dari kematian sementaranya.
Jika kebanyakan orang banyak berpendapat ,hal yang dilakukan ketika bangun tidur yang paling tepat adalah memikirkan apa yang harus ia lakukan tentunya akan salah jika itu dirujuk dengan perkataan dari ibnu athailah.menurut ibnu athailah adalah kita harus berfikir apa yang akan dilakukan Allah (Tuhan) kepada kita, kemudian dalam pengartian yang rumit ini sedikit menunjukan bahwa manusia tidak perlu untuk bersusah payah, karena Allah (Tuhan) telah menentukan semua aktivitas kita.
            Menurut saya pemahaman seperti itu salah, mengapa demikian karena seyogyanya manusia jika mengharapkan sesuatu harus berusaha, akan tetapi perlu disadari bahwa adanya usaha adalah berkat dari sesuatu yang diberikan Allah (Tuhan) , pastinya muncul pertanyaan , apa yang dimaksud sesuatu itu , sesuatu itu adalah Ide.
            Ide , mengapa Ide ?, Ide adalah salah satu bentuk wujud pemberian Allah yang sangat besar sama halnya dengan nafas.Dari sebuah Ide, seseorang akan mulai bekerja baik itu pencipta ataupun penyedia akan tetapi jika Ide tidak dibatasi maka manusia akan menjadi sosok yang sombong, yang lupa bahwa masih ada Tuhan sebagai causa prima.
            Hal ini yang pernah terjadi di Eropa pada abad 19, hal ini diungkapakan oleh Nietzsche. Siapa Dia ?  Dia adalah seorang pemikir dari jerman yang mengatakan Tuhan telah mati , dia seorang atheis. Niettzsche termasuk pemikir yang terjebak dalam atheis, yaitu pemikiranya yang mengingkari adanya Tuhan.
            Sebelum masuk pemikiran Nietzsche , kita harus tahu bahwa atheis itu bermacam macam. Ada yang disebut atheis materialisme ,atheis psikologi,atheis marxisme,atheis exsistensialisme, jiga atheis neo positivisme. Nietzsche menggegerkan eropa di abad 19, dengan argumennya yang mengatakan bahwa Tuhan itu telah mati. Pasti sekarang kita mulai berfikir, sebenarnya apa yang dimaksud dengan Tuhan telah mati , bagaimana jalan pikiran seorang Nietzsche sehingga ia bias mengatakan seperti itu.
            “Begini menurut dia, manusia mengakui adanya Tuhankarena tingkat ilmu dan teknologinya rendah. Manakala manusia telah mencapai ilmu dan teknologi tinggi niscaya seorang manusia tidak memerlukan Tuhan lagi. Menurut saya inilah awal dari kebodohan seorang pemikir tersebut,dia tidak sadar jika ilmu dan teknologi yang ia banggakan merupakan hanya sebuah ide dan hasil pemikiran yang berasal dari Tuhan.
Dahulu ketika ilmu dan teknologi masih rendah, hidupnya masih tergantung pada alam, semua kekuatan alam didewakan kemudian dalam masyarakat primitive muncul seperti xdewa sungai,dewa langit, dewa hujan dan lain sebagainya dan dalam sejarabangsa yunani dengan banyak dewa yang diketuai oleh zeus.
“kini manusia telah menguasai ilmu dan teknologi . Tuhan atau dewa dewa yang dituhankan sudah tidak ada, hanya terdapat dalm buku buku perpustakan. Nietzsche bertanya, kemana Tuhan pergi ? Apakah dia lari? Apakah dia mengumpat? Seperti halnya anak kecil yang sedang lari ketakutan setelah berbohong kepada orang tuanya? Tidak ! Tuhan telah mati ! kita yang membunuhnya, kita yang telah menjatuhkannya dengan ilmu dan teknologi yang berkembang pesat , dengan kata lain kita sudah tidak lagi membutuhkan Tuhan karena ilmu lebih maju dari Tuhan. “ucap Nietzsche.
Menurut saya itu salah satu bukti yang menguatkan saya untuk mengatakan jika pemikiran itu sesat dan menyesatkan, ucapan itu juga yang membuat saya yakin bahwa dia adalah sosok yang gila dan bodoh. Dia tidak sadar , semaju-majunya ilmu dan Teknologi takkan mampu menghapus Tuhan sebagai causa prima yang tidak disebabkan dan menyebabkan Tuihan itu ada
Saya mencoba membuktikan kesalahan dengan sederhana tentang ucapan tersebut , teknologi maju bukan jaminan jika manusia sudah tidak lagi membutuhkan Tuhan dan cipannya yaitu alam.
Saya mengambil contoh sebuah televise, televise adalah bentuk kemajuan teknologi akan tetapi itu semua tidak berarti jika televisi itu tudak bisa menyala, dan televisi bisa hidup jika dialiri listrik, listrik bias diciptakan dari air,uap,angin,ataupun surya, tidak usah dipermasalahkan dan diperdebatkan karena semua itu berasal dari alm dan semua itu ciptaan Tuhan, sudah ! usai sudah apa yang dikatakn Nietzsche . salah semua yang dikatakan Nietzsche.
Sedikit menyinggung pembahasan diatas, kita sebagai manusia yang dilahirkan di Indonesia,. Yang merupakan negara berTuhan (theis)  bukan atheis. Sebagai mana yang diatur oleh Pancasila yang merupkan pandangan hidup, cara hidup masyarakat Indonesia bersyukur bahwa bangsa kita adalah bangsa yang bertuhan hal ini diperkuat dengan Pancasila yang berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa, ini menunjukkan jika bangsa kita punya Tuhan dan mewajibkan masyarakatnya ber Tuhan tanpa membatasi untuk memilih agama yang sesuai dengan kepribadiannya atau kata lain sesuai hatinya
Akan tetapi miris juga ketika kita menyaksikan munculnya beberapa golongan yang sangat menggilai ilmu dan teknologi. Mereka lebih bangga dengan isi  laptop/pc/handphone/ipod dll.Mereka juga lebih memilih mencintai salah satu dari itu ketimbang Tuhannya.contoh seorang pemuda akan memilih chat/ngegame sampai larut malam,dia tak menyadari bahwa di pagi hari ia memiliki kewajiban untuk sholat atau ke gereja bagi umat kristiani sebagai wujud cintanya kepada Tuhan.

Rabu, 04 Januari 2012

E.A.R

E.A.R
merupakan suatu penggabungan sistem pengajaran ,dalam kegiatan belajar mengajar yang mungkin kelak jika saya memiliki sebuah lembaga pendidikan akan saya terapakan. mungkin pada bingung apa sih EAR itu.
oke EAR adalah kepanjangan dari Education, Art , and Religious dimana ketiganya saling berhubungan erat.
E dari EAR sendiri merupakan kepanjangan dari Education dalam pemikiran saya education ini saya artikan pengajaran " pengetahuan ", pengetahuan atau lebih populer dengan science adalah cakupannya dapat diartikan juga ilmu dimana pada hakikat tujuannya ilmu itu pasti bertujuan baik. Seorang pengajar harus mampu menyampaikan ilmu itu dengan baik dengan tujuan mampu membuat peserta didik menjadi lebih baik.
A dari EAR sendiri adalah ART yang berarti seni , seni dalam konsep pemikiran saya adalah sebagai penyeimbang sekaligus pewarna dan art sendiri termasuk dari sebuah pengetahuan, peran art / seni sangatlah penting. seorang pengajar jika tidak mempunya jiwa seni tentunya tidak akan mampu menyampaikan pengetahuan itu dengan baik bahkan bisa terkesan menjadi kaku dan membosankan hal ini sangatlah bahaya karena jika seorang pengajar sudah menjadi sosok yang membosankan bagi para siswa, jangan harap apa yang disampaikan akan mampu di serap karena siswa itu sendiri sudah bosan dengan pengajarnya dan bahkan tak akan mau untuk sedikit memperhatikan pengajar yang membosankan itu sendiri.

R dari EAR adalah Religious yang berarti agama, agama dalam konsep pemikiran saya adalah sebagai kontrol, dimana sesungguhnya Agama itu sudah menyediakan E dan A sebelumnya.
Education tanpa Agama akan menjadikan pendewaan akal, dimana semuanya dianggap sebagai hasil dari kehebatan pengetahuan atau akalnya sendiri yang pernah terjadi di eropa, tanpa ada kesadaran bahwa ada Tuhan sebagai Causa prima. Agama juga sebagai kontrol bagi seni karena apa,jika seni tanpa di batasi oleh agama akan menjadikan seni itu sebagai penghancur , dan perusak. Seni tanpa agama membuat pelakunya melampau batas batas kesadaran ataupun norma.
Jadi pada intinya dari konsep EAR Education, Art and Religious saling mempengaruhi, dalam pemikiran saya jika ketiganaya berjaln dengan baik saya yakin kelak akan muncul pribadi yang cerdas,berjiwa sosialdan bertakwa. :)