Sabtu, 01 Juni 2013

In Dee Naam Van God

Tulisan ini adalah respon dari sebuah karya pendek dari seorang teman dari fakultas sastra yang berjudul In Dee Naam Van God .

Perlu kita pahami bersama , Indonesia adalah negara yang terdiri dari lebih 17 ribu pulau yang membentang dari barat ke timur . Dengan segala perbedaan geografis , suku , bahasa ,adat dan tentunya kepercayaan dalam ber Tuhan.  Dalam tulisan  Ninok Leksono , Kompas , Kamis 12 Agustus 2010 . Beliau pernah di beritahu oleh Prof. Stephanie Newman dari Colombia University New York , beliau berkata bagaimana Indonesia yang tersusun dari begitu banyak keragaman bisa berdiri . Beliau satu dari sekian banyaknya orang yang menyebut Indonesia sebuah keajaiban , terlepas dari kemustahilan strukturalnya.

Jika kita mau menginstropeksi dan sejenak berpikir  tentang Indonesia , tentunya kita akan sadar bahwa bangsa ini , bangsa yang bernama Indonesia ini adalah anugerah yang diberi Tuhan kepada kita , dengan segala perbedaan yang ada , kita masih berdiri tegak dan menjadi satu . 

Bangsa Indonesia bisa lahir salah satunya karena ada dua pengorbanan yang mau merelakan dominan kemayoritasannya demi persatuan bangsa Indonesia .  Yang pertama adalah ketika sumpah pemuda tahun 1928 dimana jong java merelakan bahasa melayu untuk diganti bahasa Indonesia demi terjalinnya persatuan Indonesia . Bisa dibayangkan jika kerelaan itu tidak ada , dan sampai skg masih mengunakan bahasa melayu pasti yang kita nikmati sekarang bukan republik  Indoesia , melainkan republik jawa dimana akhirnya sunda , bugis , minang , batak , Madura tidak akan bersatu .

Yang  kedua adalah ketika perumusan Pancasila , dimana pada saat itu para wakil dari umat islam yang menjadi mayoritas  rela menghapus beberapa kata di sila kesatu . Kesepakatan itu menjadikan Indonesia milik rakyat Indonesia bukan milik sati agama tertentu.

Pada kenyataannya sekarang , Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama di pancasila tampaknya masih belum direnungkan dan dihayati sepenuhnya oleh  masyarakat Indonesia. Sederhananya sebagai bukti, masih sering kita temui dalam kehidupan sehari hari kekerasan kekerasan yang mengatasnamakan agama , hal tersebut tentunya didasari  adanya kebencian  kepada mereka yang berbeda keyakiyan dan menganggap apa yang dia yakini paling benar.

Yang sangat memprihatinkan kita sekarang adalah munculnya orang ataupun kelompok yang cenderung memuliakan dan mendewakan agama , seolah olah mereka hendak mempetakan aturan dan kasih Tuhan  menurut agama yang mereka anut. Dengan demikian mereka menganggap seolah seolah Tuhan tidak mampu menciptakan kebenaran dan cinta kasih bagi makhluknya.  Mereka menganggap jika ada seseorang atau kelompok yang tidak sekeyakinan dengannya harus disikat , dihabisi dan disingkirkan semakin terasa hebat bagi mereka jika menggunakan kekerasan.

Kekerasan yang terjadi pada masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan Agama tentunya menjadi sebuah cerminan bentuk pola pikir masyarakat Indonesia lebih menomorsatukan Agama daripada Tuhan , tanpa mereka sadari sebenarnya agama adalah sebuah cara atau alat bagi manusia untuk lebih dekat kepada Tuhannya . Kemudian perlu kita pahami bersama untuk mendekati Tuhan tentunya hati kita haruslah bersih dari segala prasangka buruk , amarah dan nafsu . Dari mana kita bisa dekat dengan Tuhan jika kita masih punya prasangka buruk kepada mereka yang berbeda keyakinan dengan kita ?. Bagaimana kita bisa berdekatan dengan Tuhan jika hati kita masih diselimuti amarah kepada mereka yang tak sekeyakinan dengan kita ?. Bagaimana kita mendekati Tuhan jika dalam hati kita masih tersimpan gumpalan nafsu untuk menerkam dan membinasakan mereka yang berbeda dengan kita ?. Tuhan Maha segalanya , Ia tak perlu pembelaan kita untuk tetap terjaga dengan semua dzatnya. Tuhan tidak butuh pedang ,kapak ,golok ,bambu ,pentungan bahkan bom dari makhluknya agar eksitensi Nya terjaga Islam ,Hindu, Kristen, Budha, konghucu, Katolik mengajarkan tentang cinta kasih kepada sesama.

Jadi Oleh sebab itu mari mulai sekarang , kita bersama sama mensyukuri Kebhinakaan kita sebagai Rahmat terselubung yang diberikan Tuhan untuk Indonesia dengan cara saling mengasihi , melindungi dan bertoleransi agar tercipta kehidupan yang lebih baik bagi Indonesia .

Indonesia adalah negara plural . pahami jihad  dngan tepat bukan dengan radikal . bhinneka tunggal ika bukan sekedar mainan  In Dee Naam Van God”  (Raisha ; 2013)