Tulisan ini adalah respon
dari sebuah karya pendek dari seorang teman dari fakultas sastra yang berjudul
In Dee Naam Van God .
Perlu kita
pahami bersama , Indonesia adalah negara yang terdiri dari lebih 17 ribu pulau
yang membentang dari barat ke timur . Dengan segala perbedaan geografis , suku
, bahasa ,adat dan tentunya kepercayaan dalam ber Tuhan. Dalam tulisan
Ninok Leksono , Kompas , Kamis 12 Agustus 2010 . Beliau pernah di
beritahu oleh Prof. Stephanie Newman dari Colombia University New York , beliau
berkata bagaimana Indonesia yang tersusun dari begitu banyak keragaman bisa
berdiri . Beliau satu dari sekian banyaknya orang yang menyebut Indonesia
sebuah keajaiban , terlepas dari kemustahilan strukturalnya.
Jika kita mau
menginstropeksi dan sejenak berpikir
tentang Indonesia , tentunya kita akan sadar bahwa bangsa ini , bangsa
yang bernama Indonesia ini adalah anugerah yang diberi Tuhan kepada kita ,
dengan segala perbedaan yang ada , kita masih berdiri tegak dan menjadi satu
.
Bangsa Indonesia
bisa lahir salah satunya karena ada dua pengorbanan yang mau merelakan dominan
kemayoritasannya demi persatuan bangsa Indonesia . Yang pertama adalah ketika sumpah pemuda
tahun 1928 dimana jong java merelakan bahasa melayu untuk diganti bahasa
Indonesia demi terjalinnya persatuan Indonesia . Bisa dibayangkan jika kerelaan
itu tidak ada , dan sampai skg masih mengunakan bahasa melayu pasti yang kita
nikmati sekarang bukan republik Indoesia
, melainkan republik jawa dimana akhirnya sunda , bugis , minang , batak ,
Madura tidak akan bersatu .
Yang kedua adalah ketika perumusan Pancasila , dimana
pada saat itu para wakil dari umat islam yang menjadi mayoritas rela menghapus beberapa kata di sila kesatu .
Kesepakatan itu menjadikan Indonesia milik rakyat Indonesia bukan milik sati
agama tertentu.
Pada
kenyataannya sekarang , Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama di
pancasila tampaknya masih belum direnungkan dan dihayati sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia. Sederhananya sebagai
bukti, masih sering kita temui dalam kehidupan sehari hari kekerasan kekerasan
yang mengatasnamakan agama , hal tersebut tentunya didasari adanya kebencian kepada mereka yang berbeda keyakiyan dan
menganggap apa yang dia yakini paling benar.
Yang sangat memprihatinkan
kita sekarang adalah munculnya orang ataupun kelompok yang cenderung memuliakan
dan mendewakan agama , seolah olah mereka hendak mempetakan aturan dan kasih
Tuhan menurut agama yang mereka anut.
Dengan demikian mereka menganggap seolah seolah Tuhan tidak mampu menciptakan
kebenaran dan cinta kasih bagi makhluknya.
Mereka menganggap jika ada seseorang atau kelompok yang tidak
sekeyakinan dengannya harus disikat , dihabisi dan disingkirkan semakin terasa
hebat bagi mereka jika menggunakan kekerasan.
Kekerasan yang
terjadi pada masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan Agama tentunya menjadi
sebuah cerminan bentuk pola pikir masyarakat Indonesia lebih menomorsatukan
Agama daripada Tuhan , tanpa mereka sadari sebenarnya agama adalah sebuah cara
atau alat bagi manusia untuk lebih dekat kepada Tuhannya . Kemudian perlu kita
pahami bersama untuk mendekati Tuhan tentunya hati kita haruslah bersih dari
segala prasangka buruk , amarah dan nafsu . Dari mana kita bisa dekat dengan
Tuhan jika kita masih punya prasangka buruk kepada mereka yang berbeda
keyakinan dengan kita ?. Bagaimana kita bisa berdekatan dengan Tuhan jika hati
kita masih diselimuti amarah kepada mereka yang tak sekeyakinan dengan kita ?. Bagaimana
kita mendekati Tuhan jika dalam hati kita masih tersimpan gumpalan nafsu untuk
menerkam dan membinasakan mereka yang berbeda dengan kita ?. Tuhan Maha
segalanya , Ia tak perlu pembelaan kita untuk tetap terjaga dengan semua
dzatnya. Tuhan tidak butuh pedang ,kapak ,golok ,bambu ,pentungan bahkan bom
dari makhluknya agar eksitensi Nya terjaga Islam ,Hindu, Kristen, Budha,
konghucu, Katolik mengajarkan tentang cinta kasih kepada sesama.
Jadi Oleh
sebab itu mari mulai sekarang , kita bersama sama mensyukuri Kebhinakaan kita
sebagai Rahmat terselubung yang diberikan Tuhan untuk Indonesia dengan cara
saling mengasihi , melindungi dan bertoleransi agar tercipta kehidupan yang
lebih baik bagi Indonesia .
Indonesia adalah negara
plural . pahami jihad dngan tepat bukan dengan radikal .
bhinneka tunggal ika bukan sekedar mainan In Dee Naam Van God” (Raisha ; 2013)