Sabtu, 20 Oktober 2012

5.30

   Dara cantik itu pun harus kembali ke rumahnya , ketika nyanyian burung hampir sudah tak terdengar lagi  , dan berganti  dengan alunan nada dari hewan hewan malam . Duduk berdekatan denganmu mungkin adalah sesuatu yang manis , meski aku pun tak tahu apakah kamu juga merasakan hal yang sama  denganku .

    Ada satu impian sederhana , dimana aku ingin duduk berdekatan denganmu , sambil menikmati senja . Yah 5.30 sering diartikan sebagai waktu dimana senja tercantik itu datang , tak perlu ada kemewahan untuk menikmati senja , cukup aku dan kamu duduk diatas atap rumah , menghadap kebarat dan mulai merasakan peralihan masa dari sore menjadi malam .

    Senja tak pernah bohong akan keindahannya , meski dia terkadang sombong dengan menampakkan perbedaan warna dan garis langit yang berbeda di setiap kemunculannya . Tapi kita harus tahu senja begitu konsisten , Dia tak pernah lupa untuk hadir menguningkan ,memerahkan ataupun menjinggakan warna langit sebagai petunjuk beralihnya masa , dia selalu datang meski tak semua sisi bumi bisa menikmatinya , ya mungkin hanya mendung yang mampu menutupi keindahannya .
Mungkin suatu saat , aku bisa menikmati 5.30 yang indah bersamamu , sembari menikmati angin yang menabrakkan dirinya kepada kita , menikmati sebuah kejujuran dari senja dan belajar tentang makna cinta dari senja ..


Antar Ya dan Tidak .

    Pagi tetap konsisten dengan gayanya , saat mentari  muncul dengan  kuningnya  , saat embun sudah mulai terjatuh dari dedaunan dan saat itulah hidup dimulai , bangkit dari kematian sementara , dimulailah hari ini dengan untaian do`a. Entah apa yang ada dalam benakku pagi ini , apa yang harus aku kerjakan hari ini , apa aku harus kembali ke kasurku untuk melanjutkan kematian sementara lagi ?. Terlalu bodoh mungkin jika aku harus kembali lagi , karena segudang tanggungan sudah melambai lambai agar segera diselesaikan .
     Entah apa yang terjadi padakau , tapi aku masih memikirkan semua perkataan dari nenes . Ya, semalam aku  sempat ngobrol singkat bareng bos dari mooi closet , sosok cewek yang baru aku kenal. Cewek dengan gaya bisnisnya yang gak murahan . Selalu percaya bahwa harga tak pernah bohong dengan kualitas , hampir 3 jam kita ngobrol , mulai dari bisnis , progres penjualan produk , event , kampus dengan gaya bahasanya yang campuran jawa , Indonesia dan Inggris . Akan tetapi bukan pembahasan diatas yang buatku kepikiran , tapi ada satu masa ketika obrolan kita sedikit menyinggung tetang masalah hati.
    Obrolan ini dibuka ketika si nenes , tanya tentang seseorang yang akhir akhir ini sering mentionan bareng aku di twitter , tentunya aku jawab dia sebagai temenku , temen yang sering ngopi bareng aku , temen ngobrol yang enak , yang bisa menjadikan kopi bukan hanya sebagai minuman tapi media pembahasan , menjadikan kopi sebagai pemberi semangat di tiap laju kehidupan .
    Seakan tak puas , dia mulai mengejar dengan berbagai pertanyaan . Sampai ada satu pertanyaan yang membuat aku bingung menjawabnya , yaitu ketika dia tanya apakah aku suka ama sosok yang aku sebut teman ngopiku . Bingung kan mau jawab apa ? , sebagai cowok yang normal dan lagi sendiri (baca : Jomblo), ada sih rasa itu , tapi aku juga gak tau, apa rasa ini beneran  atau enggak .
    Mau jawab iyaa , tapi aku siapaa ? sadar dirilah , aku bukan siapa siapa :) ,  mau jawab enggaak tapi hati ini gak bisa munafik. Ribet kan ? , kalo kata si nenes mah udah Rempong bukan ribet lagi heheheheh....
yang ngeeh banget dari pertanyaan nenes selanjutnya adalah , apakah kamu udah dapet feel dari dia ? mungkin dengan sebuah senyuman nenes sudah bisa menerka jawabanku . Aku juga gak tau yaa ada apa sebenarnya , kalo dibilang biasa , ya emang biasa , dibilang Luar biasa , ya emang luar biasa  , rempong banget kan -_-.

   Tapi ada yang ngejleb dari perkataannya , kamu gak tau kamu suka apa enggak dia , dan sejak pan kamu suka ke dia , tapi yang jelas semenjak kamu keluar bareng ama dia , makan atau ngopi bareng , kemudian setelah itu kamu gak ngelakuin bareng , pasti kamu merasa kurang lengkap !. Yaaa , memang itu yang aku rasain . Tapi sudahlah biarkan ini berjalan semestinya aku juga harus sdar dong siapa aku :) , karena sadar diri itu yang mungkin bisa jadi pengaman sekaligus pelindungku suatu hari , meski terkadang kepingin .
    
Mungkin sampai segitu dulu obrolanku bareng si nenes , makasih nes , kita sedunia baik dalam selera ataupun dunia kerja , semoga kamu dan koko bisa cepet ngumpulin modal biar opa oma coffehousenya bisa segera terwujud :)