Dalam
tataran keilmuan pikiran , dapat disederhanakan bahwa Tuhan menciptakan sesuatu
dengan beberapa tingkatan .
Tingkatan
pertama adalah ciptaan Tuhan yang bernama Makhluk Hidup, Tuhan menciptakannya
bermacam macam ada manusia , hewan tumbuhan , langit , bumi , tanah , surga ,
neraka dan masih banyak yang lainnya.
Kemudian
pada tingkatan kedua , dikhususkan menjadi manusia . Mengapa demikian ? karena
manusia dibekali kelebihan yang bernama akal
pikiran , hal tersebut adalah pembeda dasar antara manusia dengan makhluk lain
, yang terdapat pada tingkatan pertama .
Sederhananya
jika kita memang manusia , pastinya kita dapat berbuat , berpikir dan bertindak
dengan menggunakan akal dan pikiran kita . Jika dilihat dan dirasakan ada dari
perbuatan kita yang tidak menggunakan akal pikiran dalam melakukan sesuatu ,
itu menandakan kita (manusia) mengalami degradasi kembali ke tingkat pertama . Apa perbedaan
kita dengan hewan ? jika kelakuan kita tidak berakal ? .
Akan tetapi , jika kita berhasil untuk menggunakan
akal pikiran , maka naiklah tingkatan kita ke tingkat selanjutnya yang disebut Khalifatul ardhi . Pada
tingkatan Khalifatul ardhi inilah sebenarnya titik aman kita sebagai
manusia .
Karena pada dasarnya Tuhan menciptakan kita (manusia) , dengan dibekali akal dan pikiran untuk menjadi seorang khalifah fil ardhi , hal tersebut sudah jelas dalam Al-quran (QS. Al-Baqarah [2]:30) “ Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat “sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang Khalifah di muka bumi “. Ayat tersebut sudah jelas jika , hakekat manusia diciptakan untuk menjadi khalifah dibumi ,. Dengan dibekali akal dan pikiran , manusia diharapkan dapat berperilaku dan berbuat selayaknya dia seperti manusia .
Karena pada dasarnya Tuhan menciptakan kita (manusia) , dengan dibekali akal dan pikiran untuk menjadi seorang khalifah fil ardhi , hal tersebut sudah jelas dalam Al-quran (QS. Al-Baqarah [2]:30) “ Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat “sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang Khalifah di muka bumi “. Ayat tersebut sudah jelas jika , hakekat manusia diciptakan untuk menjadi khalifah dibumi ,. Dengan dibekali akal dan pikiran , manusia diharapkan dapat berperilaku dan berbuat selayaknya dia seperti manusia .
Akan tetapi , muncullah pertanyaan besar dalam diri kita bagaimana cara kita bisa dapat menjadi khalifatulfil ardhi . Menurut hemat pemikiran saya sebelum kita menjadi pemimpin untuk bumi , sebaiknya kita belajar terlebih dahulu bagaimana cara memimpin diri kita . Cara memimpin diri sendiri yang paling sederhana adalah , menggunakan kelebihan kita , yakni kelebihan akal pikiran yang telah diberikan Tuhan kepada kita , dimulai dengan berkenalan dengan diri sendiri .
Masih
teringat jelas dalam hati maupun dalam otak pepatah umum yakni.”
Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Hal tersebut rupanya juga pas untuk diri kita
, kita tidak akan menyayangi diri kita jika kita tidak kenal siapa diri kita
sebenarnya .
Dengan
menggunakan akal pikiran yang telah diberikan Tuhan , itu memberi jalan awal
untuk mengenal diri sendiri . Langkah selanjutnya adalah memperkerjakaan akal
pikiran tersebut , dengan bermodal pengetahuan / ilmu , akal pikiran bisa
memilah sesuatu , dalam artian mampu memilah mana yang salah dan mana yang
benar .
Berfikir
dengan akal dan pikiran bagaimana untuk menjauhi sesuatu yang dilarang oleh Agama
, hokum , dan norma yang ada di masyarakat itu membuktikan bahwa akal kita berhasil menuntun dan menunjukkan
tentang sesuatu yang tidak boleh kita lakukan artinya hal tersebut salah .
Kemudian jika dengan akal dan pikiran , kita mampu
untuk berbuat dan bertindak sesuai anjuran atau aturan yang berlaku di Agama , hokum
dan norma masyarakat , itu membuktikan
jika akal pikiran kita berhasil membawa kita untuk jalan yang benar .
Sebaliknya jika keduanya terbalik , itu menunjukkan
bahwa kita sudah gagal memperkerjakan akal pikiran kita , secara otomatis kita telah
gagal untuk memimpin diri kita sendiri dan pastinya gagal untuk memimpin bumi
ini (khalifatulfilardhi).
Sekarang mari
meraba diri kita sendiri , apakah kita
sudah mampu memimpin diri kita sendiri dengan cara kenal dengan pribadi kita, baik yang dzohir ataupun dzomir . Alangkah
baiknya kita gunakan akal dan pikiran disertai pengetahuan/ilmu untuk memimpin diri diri kita sendiri dan bersiap untuk menjadi khalifatulfirardhi yang sebenarnya. Karena
seorang khalifatulardhi yang asli, tidak akan melakukan sesuatu yang salah , melanggar aturan dan menyakiti sesamanya , melainkan
akan berbuat yang sesuai aturan dan tentunya berbagi cinta kasih untuk
semuanya…