Budaya yang Hilang (Part 1)
Hiduplah Indonesia
Raya.............
Pernahkah kita memikirkan apa yang setiap hari kita dengar,dan
apa yang kita lihat ?, apa yang bisa kita rasakan? Apa yang bisa kita nilai
dari ucapan yang terdengar di telinga kita?, apa yang bisa kita cerna dari apa
yang kita lihat?
Serasa semu, ketika kita mendengar beberapa oraang atau
beberapa kelompok berargumen, saling tuduh, saling meghina,saling memfitnah dan
menganggap hanya dirinya sendiri dan pendaptnyaa yang benar. Coba kita sama
sama berfikir , mereka adalah orang orang hebat, orang yang punya jabatan punya
kedudukan dan punya gelar (baca : orang pinter) , tapi apa yang mereka lakukan
? saling bersahutan ketika berbicara,
tidak ada bedanya dengan burung-buung yang sedang ikutan kontes . Kemanakah
sikap saling menghargai yang mereka miliki? Apakah ketika dulu mereka
bersekolah tidak ada pelajaran yang mengajarkan sikap saling menghargai ,
setidaknya jika ada orang lain berbicara.
Rasa bangga, rasa senang dapat di lihat jika seseorang itu
mampu membuat lawan bicaranya diam dan
tidak membalas ucapannya, kalo begitu buat apa mereka memiliki gelar gelar di
depan atau dibelakang namanya , jika tujuannya hanya menjatuhkan lawan bicara.
Kejadian ini terjadi terus menerus dan berlangsung hampir
setiap hari, di televisi pun sekarang
sudah menjadi trend, dimana beberapa tokoh dihadirkan untuk dimintai pendapat,
tapi yang terjadi malah lebih miris karena apa?, ya karena selalu beranggapan
bahwa pendapat, ide atau gagasanya yang paling benar, terkadang saya berfikir
ini sebenarnya acara debat apa adu domba?
Disinilah kita mulai memikirkan,disinilah kita mulai rasakan
bahwa ada budaya yang hilang dari bangsa kita. Saya menyebutnya BUDAYA
MENGHARGAI.
Budaya menghargai merupakan budaya masyarakat bangsa kita ,menghargai
dari hal apapun,bangsa ini bissa bertahan keutuhunnya tak lepas dari budaya
menghargai . Jadi budaya menghargai haruslah tetap dipertahankan, ini bangsa
berisikn manusia yang berakal bukan sekumpulan singa di afrika yang saling
mengancam dan saling mengancam