Sabtu, 29 September 2012

Hidup

Seperti hujan yang datang secara tiba tiba , yang langsung menyerang tanpa memilah siapa yang ada dibawahnya .
Seperti angin yang lewat didepan kita , tanpa berkelok untuk menghindari yang dilewatinya .
Seperti ombak yang ada dilautan , tanpa mau memilih pantai mana yang akan ia datangi .
Seperti Awan yang ada dilangit , dia tak pernah tahu wilayah mana yang ia naungi
Seperti Matahari pagi yang selalu terbit di ufuk timur , dia tak pernah memilih untuk menyinari bagian bumi dalam perjalannya menuju ke ufuk barat .

Hidup sejatinya seperti itu , berbuat baik tanpa harus diketahui banyak orang.
Hidup seharusnya seperti itu , tanpa memilah atas nama ggolongan ketika kita akan memberi bantuan.
Hidup selayaknya seperti itu , yang selalu memberi kedamaian kepada seluruh lapisan alam :)

Kamis, 27 September 2012

Kopi kucinta kau

   Subuh nan damai , Kamis 27 september 2012 , 3:11 dinihari kusudah terbangun dan bersiap memulai hidup si hari ini , sejumlah agenda hari ini sudah tersusun rapi , mulai dari kuliah , rapat bareng anak psikology UB , ketemu client dan ntar kamis malam , sehabis sholat isyak adalah waktunya ngopi bareng temen-temen kelas.
   Ngomngin soal kopi , kayaknya tak ubahnya kita ngomongin cinta (buatku). Karena kopi menurut adalah sesuatu yang sakral , punya taste , dan kerelatifan rasa bagi penikmatnya .
Di kesempatan ini , aku pengen banget berbagi cerita tentang cintaku kepada kopi , agak berlebihan jua sih , tapi realitnya aku hampir tiap hari menghabiskan 2 - 4 gelas kopi , mlai dari pagi sampai malam disaat aku kerja. Indonesia adalah surganya kopi, itu bener . Karena hampir di setiap wilayah , punya kopi andalan meskipun daerahnya bukan daerah penghasil kopi . Selain itu uiknya dunia kopi di Indonesia adalah cara menikmati dan tradisi kopi itu sendiri . Baiklah disini saya sepertinya ingin bercerita tentang kopi yang aku suka , dan tempat ngopi terbaik yang pernah aku singgahin .
   Kopi paling enak dilidahku yang pertama adalah , brontoseno itu nama kopinya , hitam pekat , agak kental , wangi tentunya , dan rasanya bener bener super (bagiku) dan harganya cuma dua ribu perak . Kemudian Kopi yang selanjutnya adalah , Kopi Toraja , agak absurd juga sih bilang kopi Toraja itu enak , meskipun texture , warna dan aromanya gak bisa dikembarin yang menjadikan dia unggul , tapi harganya loh man -_-, masa iya cuma bua nikmatin ni kopi harus ngerogoh kocek yang agak dalem . Gak kebayang kan buat segelas kopi kita harus ngeluarin uang yang sama dengan makan seminggu buat anak kos .Dan yang terakhir adalah Kopi cethe` , nih kopi lokal punya tetangga sebelah Tulungagung , kopi yang disajikan gak pernah pake gelas besar , punya kepekatan yang tinggi , wangi dan legitnya berimbang mengidentitaskan seolah olah kopi ini tanpa kompromi. Mungkin 3 diatas cukup ya bagiku , terlepas dari banyaknya jenis kopi mix yang sering aku minum .
   Selanjutnya Tempat ngopi terfavoritku , mulai dari asal rumahku Pasuruan , Kopi terenak adalah kopi diwarung depan masjid jami` , gak tau siapa nama bapak warungnya , serius itu enak apalagi dinikmati sambil dengeri orang ngaji, kedua kopi sampah bugul , sebenarnya kopinya biasa , tapi suasanya warungnya yang ngedukung yakni suasana kekeluargaan .Selanjutnya di Malang tempatku kuliah , sebegitu banyaknya tempat ngopi aku paling suka di kosabra , disana menurutku penyaji kopi brontoseno terenak dan paling pas rasanya dilidahku, mangkanya kosabra menjadi tempat mangkalku kamis malam bareng anak anak . kemudian cangkir jawa , penyaji kopi cethe terpas , nah stelah itu kita naik ke yang agak keren tempatnya , Juminten coffe , konsepnya unik kayak cafe di kota tua jakarta yang akan aku kupas di paragraf selanjutnya , tempatnya unik , hangat dan kopi andalannya menurutku yang paling enak avocaddo coffe , coba bayangin jus apukat , susu , kopi hitam dijadiin satu enak banget kan :3 .
   Oke sekrang melancong ke bandung , yap akhir akhir ini sering ke Bandung sebulan sekali atau sebulan dua kali itu sudah pasti , semenjak adanya veins denim , jadi sering ke Bandung/Jakarta/Solo/Jogja , nah sekarang bicara di Bandung ada 2 tempat sementara itu yang paling pas dilidah dikantongku , di daerah setiabudi kalo gak salah namanya the peak ama kampung daun , serius tempatnya keren banget , pengen banget tuh kalo kelak punya pacar (baru) , di ajak kesana :3 , sumpah keren !. Oke kalo sekarang Jakarta , dalam 3 bulan terakhir udah 2 kali ke Jakarta untuk urusan kerjaan , sementara tempat yang paling enak  buat ngopi di daerah kota Tua , cafe batavia kalau gak salah namanya , serasa di Eropa bro , sumpah gimana yah neranginnya , yang pasti serba old deh , Eropa 20-30an, dan suasanya hangat banget , nyaman buat tempat ngobrol atau sekedar cari inspirasi .
Beruntung banget , udah punya pemasukan sendiri dari usaha kecil-kecilan , setidaknya ak bisa kerja sambil jalan-jalan di berbagai kota di Indonesia , dan tentunya menikmati KOPI INDONESIA .
Terimakasih , selamat beraktifitas :)
#seruputkopi

Rabu, 26 September 2012

Belajar Pada Ombak Dan Pantai

   Bicara tentang cinta dan maknanya , mungkin tak akan ada habisnya , entah dari segi mana kita mengupasnya . Yang pastinya cinta tetaplah cinta yang akan selalu asyik untuk dikupas dan diperbincangkan. Mari kita bayangkan , jika seandainya sampai saat ini kisah Romeo dan Juliette belum tercipta?. Apakah kita mampu untuk sejenak membayangkan tentang indahnya cinta . Tetesan air mata , senyum bahagia yang mewarnai akan cerita cinta .
   Sejatinya kita harus sedikit banyak ,  berterimakasih kepada William Shakespeare . Mengapa demikian ?. Ya setidaknya berkat karya fenomenal Romeo and juliette nya ,kita sedikit tahu bahwa yang namanya cinta itu indah , cinta itu air mata , cinta juga dapat menangis dan cintapun dapat tertawa. .
   Masih ingatkah kutipan cerita Romeo and juliet , ketika mereka memutuskan untuk lari ke kota Mantua , kemudian disana Juliet berpura pura mati dengan meminum obat bius , agar sang Romeo segera datang , akan tetapi jalan cerita berbeda , betapa kagetnya ketika Romeo datang melihat Juliet sudah terbujur lemas , dan dia langsung bunuh diri , karena dia percaya kalau cintanya akan selalu bersama meskipun jiwa sudah terpisah dengan raga . Kemudian apa yang terjadi ketika Juliet sudah terbangun melihat Romeo telah tiada ?.
Menangis , pasti karena bukan cinta namanya jika tanpa air mata . Tapi Juliet pun akhirnya menusuk jantungnya sendiri , sehebat itukahkah cinta ?. 
   Cinta memang hebat , kehidupan bermulai dari cinta , terkadang matipun disebabkan cinta . Cinta akan datang dan pergi sesuai masanya , apakah kita harus tertegun menyesali semuanya . Dan disinilah seyogyanya kita belajar pada ombak dan pantai . Ombak akan selalu datang ke pantai , kemudian secepat itu pula ombak meninggalkan pantai . Apa pantai pernah menyesal untuk menerima ombak ?, tentunya tidak, karena pantai selalu percaya jika ini memang inilah suratan dari Yang Maha Kuasa.
  Jika dihubungkan dengan kisah diatas , seyogyanya kita dapat menyimpulkan bahwa cinta butuh pengorbanan seperti kisah Romeo dan juliet akan tetapi Cinta pun butuh sebuah keikhlasan selayaknya Pantai yang selalu ikhlas untuk didatangi ombak dan ditinggal lagi ke tengah laut .
#seruputkopi

Selasa, 25 September 2012

Krisis Rasa

Krisis Rasa
   Sabtu 22 september 2012 , jam 8 aku , wilma , bayu dan reza , lagi dateng di inagurasi fak sastra yang bener bener keren , kalau orang mah sifatnya relatif tentang pengertian keren , kalau menurutku sih keren itu bukan sesuatu yang mahal , keren adalah kesederhanaan yang dibalut dengan kerja keras dengan tatanan yang sudah terkonsep rapi sehingga acara tersebut menjadi berkesan .
Nah mulai dari penampilan sasing , sastra jerman , mandarin , arab trus anak anak desain sampai terakhir sasindo yah ITU KEREN SEMUA ! . jadi ngiri , nyesel juga sih knapa dulu waktu lulus snmptn undangan gak ikutan snmptn tulis buat ngambil sastra , seengaknya kan nyoba siapa tau bisa masuk dkv .
Nah sekarang mulai masuk nih ceritanya , jadi gini waktu penampilan sasindo mau bubar kan ya , ak di telpon mak di rumah , katanya suruh ke semarang soalnya eyang kakung lagi kritis , pada waktu itu jam 22.00 , akhirnya aku pergi deh dari fak sastra , bayangin jam segitu nyari travel atau apajadeh ke semarang  . dari travel cipaganti sampe ke agen tiket pesawat gak ada semua , jalan terakhir ke arjosari , akhirnya nemu bis kan patas tinggal 1 doang ke arah surabaya , yaudah naik itu kan  terus turun bungurasih naik lagi patas eka ke arah solo , niatnya sih turun solo tapi waktu di Ngawi di telpon eyang kakung udah wafat (astagfirullah buru-buru amat sih) , nah akhirnya aku turun  Jogja jemput kakak yang di Ugm , akhirnya kita ketemuan d terminal giwangan, udah gak mikir yah kan akunya berangkat pisah ama orang tua , jadi mereka sampe duluan

   Sampe giwangan , terus kita sotoy gitu kan naik bis arah semarang , eh ternyata kata orang rumah “ Lu kejauhan kalu turun semarang , yaudah kita turun pertama di mantilan . ealah malah salah lagi jadi kita naik lagi akhirnya sampai di magelang turun lagi trus oper ke arah salatiga . nah udah sampai di Salatiga kita naik bis kecil kapasitas kursi mungkin Cuma 20 orang , nah disini nih inti dr tulisanku pagi ini KRISIS RASA . Bus kecil kayak gitu gila bener tiap ada penumpang di angkut , nah parahnya lagi aku ama mbakku pertama dapat kursi duduk tapi kita gak tega waktu ada mbah mbah udah tua banget lagi harus berdiri okedeh kita berdiri , di samping ama didepan ada 4 orang cowok pemuda lagi , Ya Allah udah tau yang naik mayoritas ibu-ibu ama mbah-mbah yang baru balik dari pasar , yaelah ngerasa kek dikit , ngasih tempat duduk gitu ke mereka yang mayoritas perempuan , eh bener bener deh malah nelpon ceweknya pake di loudspeaker lagi , gila apa ya ni orang ,
    Nah inilah yang membuatku mikir , bahwa yang namanya krisis Rasa ini lebih bahaya dr krisisiekonomi , bayangin aja yah kalo krisis ekonomi masih bisa dibantu , entah dikasih stimulus apa gitu , tapi yang namanya krisis rasa , itu sulit banget !! . Bayangin aja kalau mayoritas masyarakat kayak gitu , udah mati rasa , cuek , angkuh ama egonya . Aku yakin orang pasti udah akan tutup mata ama kesusahan orang lain . ini masalah sederhana , tapi buat aku ini bahan pembelajaran , bahwa saat ini kita sudah banyak kehilangan yang namanya rasa terutama rasa peduli .
sampai disini dulu yah , semoga kita masih punya yang namanya rasa dan pandai merasa
selamat pagi #sruputkopi