Saat matahari mulai terbit dari timur kemudian berakhir di barat dan terus menerus berulang setiap hari , mungkin kita tak pernah memikirkan tentangnya , entah tentang mengapa atau bagaimana siklus itu terjadi setiap hari . Tuhan menciptakan semua yang ada di alam semesta bukan semata untuk bahan tontonan buat kita yang juga sebagai ciptaanNya. Lebih dari itu Tuhan telah memberi isyarat kepada kita untuk terus menggali danmemecahkan rahasia yang terkandung didalamnya.
Sama seperti halnya matahari dan siklusnya , kita adalah manusia ciptaanNya yang memiliki banyak rahasia yang memang seharusnya diungkap dan dipelajari guna mendapat sesuatu yang sekirana bermanfaat buat diri kita , orang lain dan lingkungan sekitar kita. Pernahkah kita sadari bahwa sesungguhnya manusi yang katanya makhluk tampak adalah makhluk yang tidak tampak , hal ini dapat dibuktikan dengan meraba badan kita , banyak anggota tubuh yang sifatnya penting tidak nampak oleh mata telanjang .
Dari situ dapat kita simpulkan bersama secara sederhana bahwa manusia adalah makhluk gaib (tak tampak). Begitupun awal penciptaan kita yang berasal dari tetesan air mani yang tercampur kemudian menjadi segumpal daging , kemudian ditiupkan ruh kita kedalam gumpalan daging tersebut dan jadilah kita seperti saat ini . Bukankah semua proses itu berasal dari sesuatu yang tiada kemudian ada dan jika sudah habis masa tugas kita di bumi , Tuhan lantas meniadakan kita , jadilah kita tiada.
Kalo kita mau sejenak merenungkan jalannya hidup kita , semua yang terjadi pada hidup kita ternyata lebih banyak yang bersifat dhomir daripada yang dhohir. Mulai dari sperma yang keluar ,kita tidak dapat dengan jalas menunjuk mana yang bakal menjadi manusia , kemudian apa yang kita lakukan dalam keseharian kita baik atau buruk beserta ganjarannya itu semua lebih banyak yang bersifat dhomir daripada yang dhohir. Sampai saat akhir hidup kita dengan tertariknya ruh kita itu juga sesuatu yang dhomir bukan dhohir , hanya Tuhan dan malaikat yang ditugaskan , yang tahu bentuk dari ruh itu sendiri .
Manusia berawal dari tiada , kemudian sejenak untuk ada , dan berujung di katiadaan yang abadi ketika kita sudah berpulang kehadapanNya.
Selamat jalan teman sekelasku "Lutfi Indra Septiawati " , pada saat ini mungkin kamu lebih dulu dari aku untuk menyelesaikan siklus tiada , ada dan tiada . Aku percaya ini bukan akhir dari hidupmu melainkan awal hidupmu yang baru dengan dimensi dan waktu yang berbeda denganku. Selamat jalan kawan , selamat memulai perjumpaan denganNya , semoga kau mendapat tempat yang terbaik disisiNya...
Manusia berawal dari tiada , kemudian sejenak untuk ada , dan berujung di katiadaan yang abadi ketika kita sudah berpulang kehadapanNya.
Selamat jalan teman sekelasku "Lutfi Indra Septiawati " , pada saat ini mungkin kamu lebih dulu dari aku untuk menyelesaikan siklus tiada , ada dan tiada . Aku percaya ini bukan akhir dari hidupmu melainkan awal hidupmu yang baru dengan dimensi dan waktu yang berbeda denganku. Selamat jalan kawan , selamat memulai perjumpaan denganNya , semoga kau mendapat tempat yang terbaik disisiNya...