Ketika seseorang sudah diberi sebuah tanggung jawab , hanya dua kemungkinan yang akan dilakukan oleh seseorang tersebut , yaitu menerima atau menolak sebuah tanggung jawab itu . Tapi sebelumnya , perlu kita ketahui tak akan mudah kita menemukan seseorang yang bisa memberikan pilihan dan jawaban kepada dirinya sendiri apakah dia akan menerima atau menolak tanggung jawab tersebut.
Sejatinya seorang manusia haruslah bisa menentukan pilihan hidupnya , termasuk sebuah tentang tanggung jawab tersebut . Saya merasa tak sepenuhnya orang yang menerima tanggung jawab itu pemberani dan mereka yang menolak tanggung jawab adalah pecundang. Hal ini dikarenakan , saya sendiri mungkin tipe orang yang percaya sebuah jawaban atas pilihan tanggung jawab itu harus dipikirkan dan harus diperhitungkan mulai dari awal sampai dengan akhir dari tanggung jawab tersebut .
Menurut saya dapat dimaknai secara sempit , jika tanggung jawab itu adalah sebuah amanat . Dan seyogyanya amanat itu harus disampaikan dan dilaksanakan , samahalnya dengan tanggung jawab. Sebuah jawaban akan penerimaan atau penolakan terhadap sebuah tanggung jawab haruslah dengan perhitungan dan pemetaan yang jelas.
Seseorang yang berani adalah dia yang melakukan sesuatu dengan segala perhitungan dan pemetaan yang jelas bersumber pada data dan realitas yang ada disekelilingnya , juga dengan penyeimbangan naluri , rasa dan hati , sehingga diapun tak akan salah ketika menentukan pilihan menerima atau menolak , karena dia sudah faham dengan sekitarnya sehingga diapun bisa mengkontrol dengan baik dan bahkan mengetahui apa yang terjadi kedepannya atau bisa disebut dia akan mengetahui hasil dari sebuah pilihannya.
Berbeda dengan nekat , seseorang yang nekat mungkin tak akan melakukan pemikiran , perhitungan dan pemetaan segala aspek sekitarnya untuk menentukan pilihannya akan sebuah tanggung jawab yang dia pikul . Bukan berarti semua orang nekat akan gagal dalam pelaksanaan sebuah tanggung jawabnya , tapi peluang untuk gagalnya sebuah tanggung jawab itu besar.
Kita tidak bicara tentang factor luck , yang bisa memutar 360 derajat hasil akhir sebuah tanggung jawab , akan tetapi kita mencoba mengupas secara rasional tentang berani dan nekat itu sendiri .
Sebuah pelajaran sederhana ketika kita ditunjuk sebagai pemimpin dalam kelas atau kelompok , ketika kita bisa mengetahui , memperhitungkan dan memetakan keadaan sekitar kita , tentunya seberapa berat sesuatu yang akan kita hadapi pastinya akan berani kita hadapi dan tentunya sudah bisa diprediksi bagaimana hasil akhirnya , berbeda dengan yang tidak tahu tentang sekitarnya , mungkin akan susah untuk membawa kelompok yang ia pimpin untuk berhasil dan berprestasi .
Seorang pemberani selalu menggunakan otak dan hati untuk menentukan sebuah tanggung jawab yang harus ia pikul , berbeda dengan mereka yang nekat , lebih sering menggunakan otot dan tenaga yang lebih sering terbuang sia sia .
Seorang pemberani selalu menggunakan otak dan hati untuk menentukan sebuah tanggung jawab yang harus ia pikul , berbeda dengan mereka yang nekat , lebih sering menggunakan otot dan tenaga yang lebih sering terbuang sia sia .
Jadi ketika kita sedang dipertanyakn tentang penerimaan atau penolakan akan sebuah tanggung jawab , analisis segala aspek disekitarmu baik itu yang akan mendukungmu atau bahkan yang menjatuhkanmu . Karena keberhasilan kepemimpinan sebuah tanggung jawab dilihat dari seberapa pintar dia untuk menggenggam erat dan bergandengan tangan bekerja bersama dengan setiap aspek pendukungnya , tetap bisa mengkontrol dan bisa mengalahkan setiap penghalang dan yang akan menjatuhkan kita dengan elegan.
Selamat memilih , menolak dengan bijak atau menerima dengan bunuh diri sebuah pilihan tanggung jawab :))
Selamat memilih , menolak dengan bijak atau menerima dengan bunuh diri sebuah pilihan tanggung jawab :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar