Apa kabar kamu yang dulu hampir tiga tahun menemaniku ? . Bersamaku di hampir sepertiga hari hariku . Aku harap kamu selalu berada dalam lindungan Tuhan , pencipta hidup dan pencipta rasa yang dulu pernah kita satukan .
Sekarang sudah masuk bulan februari , bulan dimana oleh sebagian orang diartikan sebagai bulan yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang . Tapi dulu kita tak pernah mengenal tentang itu , kita yakin cinta dan kasih sayang harus setiap saat dan setiap waktu . Disaat teman teman yang lain mulai pada sibuk menyiapkan coklat buat pasangannya , kita malah sibuk cari tempat makan siomay .
Mungkin agak absurd buat mereka , tapi itulah kita . Mencoba agak anti mainstream , dengan tak ikutan latah dengan bulan februari yang penuh cinta dan kasih sayang ini .
Setelah melewati tiga kali februari akhirnya kita memutuskan untuk berpisah , kamu dengan jalanmu dan aku dengan jalanku . Selama ini mungkin masih sering ada wajahmu dalam benakku , masih ada juga senyummu yang terselip di memoriku . Lebih dari itu , aku masih ingat bagaimana cara kamu ada disampingku dan selalu mengerti keadaanku.
Kamu wanita hebat yang pernah aku temui , dan aku bersyukur karena Tuhan pernah menyelipkan rasa diantara kita , menjadikan rasa itu menjadi satu dan tentunya mengikatkan kita dalam beberapa waktu .
Aku tahu betapa besar dan kuatnya rasa yang kau punya untukku , tapi aku tak tahu mengapa Tuhan menyudahi semua itu dengan cepat . Membiarkan kebersamaan ini berakhir . Aku tak bisa protes , tapi aku percaya semua ini yang terbaik dari Tuhan . Buktinya , kamu tak pernah lagi mengurai air matamu , menyiksa batinmu sendiri dan tentunya harimu lebih tenang meskipun aku yakin kamu juga tak sepenuhnya suka dengan keadaan seperti itu .
Tuhan memang maha asyik , semua yang diberi kepada kita tanpa sadar memberikan pendewasaan , mengajarkan sesuatu yang belum pernah kita pelajari , penuh teka teki , penuh tanya dan terkadang kita sendiri letih untuk menjalaninya .
Hai kamu,
yang dulu pernah bersamaku
Menghabiskan hampir separuh dari hari hariku
Hai kamu ,
yang dulu pernah Tuhan kirim untuk menemaniku
menghabiskan suka dan duka bersama
Hai kamu
yang dulu pernah menikmati senja bersamaku
melukis langit dengan mimpi kita
Hai kamu
yang menjadi favorit dari ibuku
Hai kamu
yang pernah merawatku ketika ku tergeletak di rumah sakit
Terimakasih atas semuanya selama ini
Percayalah , Tuhan cukup mengucapkan kun fayakun untuk menyatukan kita kembali.
Padamu langit , tak terukur indahnya cinta darimu seirma detak jantungku memanggilmu .
Padamu langit , menatapmu bersemi dami terdalam
merawat rindu cinta yang berurai ,
air mataa..
Mega :).
