Minggu, 04 Maret 2012

Bukan Salah Pancasila (part 1)

Jangan salahkan PANCASILA !!!

Bangsa adalah jiwa,suatu asas kerohanian yang timbul dari kejayaan bersama dimasa lampau sebagai hasil sejarah dam kehendak atau persetujuan bersama untuk hidup bersama dari masa sekarang dan pada masa yang akan datang dengan kesediaan memberikan pengorbanan pengorbanan.  Enest Renan
Suatu bangsa lahir adanya rasa kesamaan yang timbul dari banyak hal, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu ,yang dapat mempersatukan pandangan hidup guna mendapatkan tujuan hidup yang lebih baik bagi bangsanya, Indonesia lahir dari adanya rasa senasib dan sepenanggungan. Senasib sebagai bangsa terjajah dan sepenanggungan merasakan susahnya,sakitnya dan tersiksanya menjadi negara jajahan.
Bangsa Indonesia bukan merupakan bangsa cengeng yang memeroleh kemerdekaanya dari pemberian . lebih dari 3 abad pejuang kita berusaha membebaskan diri dari cengkraman jajahan, Indonesia lahir karena perjuangan, perlu kita sadari menjadi bangsa besar haruslah mempunyai pandangan hidup, dan Indonesia memiliki Pancasila sebagai pandangan hidup.
Pancasila adalah hasil pemikiran dari para pendiri bangsa, diamana Pancasila merupakan hasil kristalisasi dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia , jika di telaah Pancasila adalah sesuatu yang real, sesuatu yang memang benar benar sesuai dengan kehidupan masyarakat kita. Akan tetapi akhir akhir ini miris rasanya jika ada anggapan bahwa Pancasila sudah dianggap gagal sebagai ideologi karena dirasa tidak mampu membawa kebaikan bagi INDONESIA
JANGAN SALAHKAN PANCASILA,SALAHKAN DIRI KITA YANG TIDAK MAU MENjalankan Pancasila
Peinnjelasan dari diatas pada posting selanjutnya

Sabtu, 03 Maret 2012

Budaya yang Hilang (Part 1)

-->
Budaya yang Hilang (Part 1)
Hiduplah Indonesia Raya.............
Pernahkah kita memikirkan apa yang setiap hari kita dengar,dan apa yang kita lihat ?, apa yang bisa kita rasakan? Apa yang bisa kita nilai dari ucapan yang terdengar di telinga kita?, apa yang bisa kita cerna dari apa yang kita lihat?
Serasa semu, ketika kita mendengar beberapa oraang atau beberapa kelompok berargumen, saling tuduh, saling meghina,saling memfitnah dan menganggap hanya dirinya sendiri dan pendaptnyaa yang benar. Coba kita sama sama berfikir , mereka adalah orang orang hebat, orang yang punya jabatan punya kedudukan dan punya gelar (baca : orang pinter) , tapi apa yang mereka lakukan ? saling bersahutan  ketika berbicara, tidak ada bedanya dengan burung-buung yang sedang ikutan kontes . Kemanakah sikap saling menghargai yang mereka miliki? Apakah ketika dulu mereka bersekolah tidak ada pelajaran yang mengajarkan sikap saling menghargai , setidaknya jika ada orang lain berbicara.
Rasa bangga, rasa senang dapat di lihat jika seseorang itu mampu  membuat lawan bicaranya diam dan tidak membalas ucapannya, kalo begitu buat apa mereka memiliki gelar gelar di depan atau dibelakang namanya , jika tujuannya hanya menjatuhkan lawan bicara.
Kejadian ini terjadi terus menerus dan berlangsung hampir setiap hari, di televisi  pun sekarang sudah menjadi trend, dimana beberapa tokoh dihadirkan untuk dimintai pendapat, tapi yang terjadi malah lebih miris karena apa?, ya karena selalu beranggapan bahwa pendapat, ide atau gagasanya yang paling benar, terkadang saya berfikir ini sebenarnya acara debat apa adu domba?
Disinilah kita mulai memikirkan,disinilah kita mulai rasakan bahwa ada budaya yang hilang dari bangsa kita. Saya menyebutnya BUDAYA MENGHARGAI.
Budaya menghargai merupakan budaya masyarakat bangsa kita ,menghargai dari hal apapun,bangsa ini bissa bertahan keutuhunnya tak lepas dari budaya menghargai . Jadi budaya menghargai haruslah tetap dipertahankan, ini bangsa berisikn manusia yang berakal bukan sekumpulan singa di afrika yang saling mengancam dan saling mengancam