Sabtu, 27 Juli 2013

Aku dan sedikit cerita masa laluku


Masih teringat jelas dalam sadarku , saat aku mulai memberanikan diri untuk merubah jalan hidup dan pikiranku. Semua itu dimulai saat aku baru menginjakkan kakiku di suatu masa yang katanya adalah masa dimana kita belajar tentang hidup , tentang perjuangan , tentang arti dari sebuah keikhlasan berfikir , bekerja dan bertanggung jawab . mungkin terlalu cepat, ketika seorang pemuda biasa memegang dan membaca buku yang  menuliskan sebuah pencarian tentang Tuhan sebenarnya , Tuhan yang memang sebagai pencipta dirinya dan tempat berbagi akan semua yang dirasanya.
Semua itu dimulai dengan ketidak sengajaan dari diriku sendiri tapi aku percaya itu adalah kesengajaan yang Tuhan ciptakan untukku . Saat itu usiaku masih sekitar enam belas tahun , masih berseragam kebesaranku , seragam putih abu abu bertuliskan salah satu nama sekolah menengah atas yang tak sebegitu favorit di kotaku .
Masih terasa begitu letih , dengan sedikit wajah kucel dan berminyak kubuka pintu rumah , sepi  tanpa suara kulangkahkan kakiku menuju kamar yang letaknya pas ditengah bangunan rumahku . Segera ku taruh helm hitam yang baru dibelikan sama pacarku saat itu , masih dengan seragam yang menempel di badan yang sudah tak karuan baunya karena keringat aku menuju kamarku yang asli .
Kulihat ibuku tertidur , ya memang sejak ibuku menderita sakit aneh yang menimpanya bersamaan dengan hamilnya adik terakhirku Andini . Sebagai seorang pedagang , sebenarnya apa yang menimpa ibuku adalah sesuatu yang lumrah dan wajar meskipun tidak semua pedagang mengalaminya . Ibuku sakit memang kuasa Tuhan , tapi sedikit ulah manusia yang tak mengerti Tuhan membuatnya merasakan sakit yang memang diolah dengan akal akupun tak sampai .
Pada saat itu , yang aku tahu ibuku memang hamil , tapi dalam janin yang beliau kandung ada sebuah onggokan daging yang menyerupai bentuk bayi didalamnya . Ini semua diketahui saat ibu menjalani pemeriksaan kehamilan , ada keganjilan yang oleh medis dirasa aneh , dimana daging tersebut terkadang terlihat dan terkadang tidak terlihat dalam setiap pemeriksaan kehamilannya .
Aku menyadari pada saat itu keadaan keluargaku memang sedang berantakan , bukan masalah ekonomi tapi berantakan dalam managemen keluarga , dimana keadaan nyaman saat ibuku masih sehat kemudian berputar  dan terbalik . Semua pos pos kerjaan dimana ibuku yang biasanya mengerjakan berpindah tangan kepadaku .  Mulai dari urusan pekerjaan seorang pedang dan tengkulak Ikan di sebuah pelelangan , urusan sumur , urusan dapur bahkan urusan urusan yang semestinya kodrat wanita yang mengerjakannya seperti menyiapkan keperluan bapak dan adik adikku.
Di desa tempat asalku sudah menjadi kewajiban bahwa jika membangun rumah , harus bersama sama berdekatan berhimpitan dengan saudara saudara yang lain . meskipun demikian bukan jaminan ketika sseorang mengalami kesusahan,  orang terdekat  seperti saudarapun mau untuk ikut membantu atau bahkan malah orang lain yang dengan tanggap ada saat kita membuthkan . Mengapa bias seperti itu ? , coba tanyakan kepada Tuhan yang dengan kuasanya bias memutar balikan hati dan perasaan seseorang untuk menjadi pribadi yang baik atau buruk .
Memang  pada saat itu hubungan bapak dengan saudaranya yang lain sedang keruh , kekeruhan itu disebabkan sesuatu yang memang sensitive yaitu harta warisan . Dimana bapak cuma ingin apa yang menjadi hak keponakannya (anak dari kakak pertama bapak) diberikan , dan tidak dimakan sendiri atau dibagi bagi layaknya sebuah komisi tender oleh saudaraku yang lain .
Mungkin itu mengapa , ketika ibu sakit dirumah atau bahkan ketika dirawat di rumah sakit lebih banyak orang lain yang datang untuk sekedar menjnguk atau merawat ibu . Pernah suatu ketika saat aku dan adikadiku sekolah , bapak pergi ke pelelangan. Ibuk menangis menahan sakit sendirian , sampai adikku datang dari sekolah dan kemudian meminumkan obatnya untuk kedua kali  dalam waktu yang relative singkat.
Diusiaku yang masih enam belas tahun pada saat itu , aku mulai belajar dan mencoba memahami apa yang terjadi apa yang terlihat dan tampak didepanku . Aku juga mulai belajar berkompromi dengan keadaan , dengan kewajiban dan tanggung jawab sebagai anak pertam yang menggantikan kewajiban ibuku . Ada kalanya aku harus jadi ibuku dengan beres beres rumahnya , ada kalanya aku jadi ibuk yang pergi ke pelelangan ke ikan untuk mengecek , ngepack dan mendistribusikan ikan kepada pelanggan . Mungkin itu yang membentuk karakter kerasku baik dari omongan dan tindakan , dimana orang orang sekitarku adalah orang orang yang sangat keras dalam berjuang ,  karena untuk bertahan hidup mereka harus melawan panasnya matahari , gulungan ombak dan dinginnya angin ditengah laut dimalam hari .
Selain itu semua itu mengajarkannku untuk professional membagi waktu , Dimana dimalam hari aku harus di pelelangan untuk menjadi seorang tengkulak ikan dengan transaksi  penjualan berkwintal kwintal dan dipagi hari aku harus bisa jadi pelajar  baik yang tidak tertidur dalam kelas . Mungkin itu yang mengakibatkan aku sangat tidak suka melihat dan berurusan dengan mereka siapapun yang tidak bisa bertanggung jawab dengan waktu .  Aku selalu punya pemikiran sepintar apapun seseorang tapi dia tidak bisa bertanggung jawab dan professional terhadap waktu , buatku dia seperti  seorang kesatria tapi selalu tertinggal di medan perang , secara kasar sebutlah pecundang .
Semua itu terjadi  hampir delapan bulan lamanya , sampai disuatu malam secara kebetulan menurutku tapi tidak kebetulan menurut Tuhan , datanglah seorang teman bapak yang memiliki sebuah kemampuan lebih merasakan keganjilan yang terjadi . Masih teringat jelas ketika orang tersebut menyuruh bapak berwudhu , dan melakukan bacaan Quran dan beberapa wirit selama beberpa jam . Aku juga masih ingat bagaimana hawa yang aku rasakan dirumah sangatlah panas sampai butir butir keringat sudah sebesar jagung . Dan aku masih ingat , dengan mata telanjang  aku melihat sebuah cahaya merah terang keluar dari kamarku tempat ibuku tidur . Setelah itu apa yang dirasakan sangatlah berbeda dengan sebelumnya , hembusan angin , wangi semacam melati dan kurasakan juga energy yang sangat baik saat itu.
Mungkin itu yang selama ini menyiksa keadaan ibuku , membuat nya tak berdaya dan harus berada diatas kasur tujuh bulan lebih . Beberapa hari kemudian keadaan ibuku semakin baik baik dan sembuh seperti semula . Inilah hidup bagaimana terkadang rasa kurang dan serakah mengakibatkan seseorang tega kepada orang lain . Cuma urusan takut saingan dagang  , kehormatannya menjadi seorang manusia harus tergadai bahkan terbuang . Senyum ketika orang lain menderita , dan menangis ketika orang lain berbahagia adalah sedikit contoh penyakit hati .
Sekarang aku Cuma bisa berterimakasih kepada Tuhan , telah memberi semua itu sebagai pengalaman dan ruang / tempat belajar . Selain itu aku juga bersyukur  dipertemukan orang tersebut  yang kemudian mengajarkan dan menuntunku untuk sedikit berfikir dan berperilaku Sufism . Dimana mencoba dengan keras dan sebisanya aku untuk bercengkrama langsung  dengan Tuhan . Memperkenalkan aku dengan Jalaludinrumi yang mengekspresikan cintanya kepada Tuhan lebih besar daripada yang lain. Ikhlas dan husnudzon terhadap Tuhan adalah pelajaran yang paling dasar yang beliau ajarkan kepadaku dengan mempercayai apa yang terjadi pada saat itu kepadaku dan keluargaku  adalah versi  jalan takdir kehidupan yang terbaik diberikan Tuhan untuk aku . Semoga kelak aku atau kamu yang akan sampai duluan dalam penemuan jalan sunyi menuju jalan pribadi antara makhluk dan penciptaNya. 


Percayalah baik atau buruk yang terjadi pada kita , ikhlaslah dan khusnudzonlah itu adalah cerita terbaik yang dibuat Allah untuk kita , bersihkan hati buanglah benci dari hatimu meskipun banyak orang membencimu , berilah cinta meski tak seorang pun memberi cinta untukmu , karena itu salah satu cara kita bisa merasakan nikmatnya berhubungan dengan Allah. 
Menangislah ketika banyak orang yang mencintai kita  , tersenyumlah ketika banyak orang membenci kita  , karena itu bisa mengantarkan kita lebih dekat dan bergantung penuh kepadaNya

Senin, 15 Juli 2013

Ilmu , Harta Dan Wanita

Apa jawab N.Sulaiman AS ketika Allah menyuruh Nabi Sulaiman AS untuk memilih antara Ilmu dan harta dan wanita
-Ilmu lebih utama dari pada harta , karena Ilmu warisan Nabi ( Milik para Nabi ) . Sedang Harta adalah warisan Qorun dan Fir aun. 
-Ilmu menjaga kita , sedangkan harta harus kita yang menjaganya.
-Ilmu ibarat teman hidup di dunia ini dan harta ibarat musuh kita . Sebab kita punya Ilmu akan bermanfaat untuk kehidupan manusia di dunia akherat , sedangkan kalau kita banyak harta akan menjadi musuh , mengapa ? karena harta menjadi orang banyak yang iri dan dengki.
-Orang banyak Ilmu menjadi Alim dan tidak di juluki kikir , tetapi orang banyak harta bisa jadi mendapat   julukan kikir / pelit.
-Ilmu dapat menolong seseorang tetapi harta malah mencelakakan seseorang.
-Orang punya Ilmu tidak akan berkurang , tetapi orang punya harta bisa jadi akan semakin berkurang / surut
-Orang punya Ilmu akan rendah hati tetapi orang punya banyak harta , bisa jadi orang sombong / congkak
-Ilmu dapat menyinari hati sedangkan harta akan menyebabkan hati gelap atau keras

Sederhananya kita bisa loh ya menarik kesimpulan bahwa ilmu itu segalanya , coba bayangin seumpama kita memilih wanita , pasti harta pun akan habis ilmupun tiada. Kemudian ketika kita memilih Harta kita mungkin bisa mendapat wanita sesuai keinginan kita , tapi lagi dan lagi ilmu tidak akan kita dapatkan , karena sejatinya yang sudah menjadi ketentuan Tuhan bahwa Ilmu ataupun orang yang mencari ilmu tidak akan bisa sinkron dengan yang namanya ubuddunya (salah satunya harta).

Tapi coba liat diri kita , kemudian sekeliling kita saat ini , antara ilmu , harta dan wanita mana yang paling banyak dipilih :p. tak baiklah kalo aku menunjuk orang lain , aku sendiri aja selama kuliah dari semseter 1-4 sudah berapa kali bolos cuma  gara gara ngurus kerjaan , tujuannya apa ?. Yaaa benar uang saudara tirinya harta. Gak munafik lah , aku sendiri sering lebih mentingin atau mengejar harta daripada Ilmu *khilaf .

Kadang aku juga mikir seusiaku yang masih muda , yang sebenernya gak punya tanggungan dan kewajiban apa apa selain belajar , begitu getolnya kerja sampai meninggalkan yang namanya mencari ilmu . Ngurus clothingan , ngurus perikanan sampai kadang ngurus nikahan orang yang menurutku sih ada sudut sudut yang bisa menghasilkan uang . 

Sedikit cerita , kemarin sepulang disuruh ke pelelangan ikan disuruh ngepack dan nimbang ikan , ada tetangga yang kebetulan juga punya usaha di bidang perikanan nebeng pulang . Kebetulan ini orang adalah salah satu orang kaya yang yang ada di tempatku . Beliau memang tak seperti kebanyakan orang kaya yang menunjukkan kekayaannya dengan beli mobil atau rumah , tapi kalo orang itu beda , dia juga punya sih mobil tapi pickup sama truck , gak punya tuh familycar . Tapi orang ini punya lebih dari 3 perahu besar dan puluhan perahu sedang dan kecil , tapi aku gak tau beliaunya punya berapa banyak perahu kertas :p . Sekarang mari kita hitung bersama harga terendah 1 perahu besar itu sekitar sama dengan harga 1 mobil fortun*r / p*jero , kemudian perahu sedangnya mungkin seharga av*nza dan perahu kecilnya 2x harga motor B*son , Sudah bisa ngira ngira kan berapa harta yang dimiliki orang tersebut .

Tapi yang membuat aku rada ngehe , ketika orang tersebut menasehatiku dengan beberapa kata yang terangkai menjadi kalimat , begini bunyinya .

" Le , awakmu sekolaho sing pinter , seng temen , seng ikhlas , percoyo karo umik jenenge dunyo (harta) bakalan teko dewe goleki awakmu , tapi wong sugih akeh dunyone (hartae) iku gak mesti anugrahe Pengeran , kadang yo iso dadi cubone seko Pengeran . Bedane wong duwe ilmu sugih , karo wong ga duwe ilmu sugih iku jelas , jelase waktu faedahe hartane , leng seng berilmu bakal iso nguripno atine karo hartane , tapi lek seng ra duwe ilmu , bakal mateni uripe atine garagara hartane. Sugih dunyo iku ra sepiro ,ketimbang sugih ilmu mangkane iku sekolahe seng temen ben besok iso nguripno atimu waktu duwe harta akeh. Ojo sampe hartamu dadi nerokomu besok lek wes ngadep seng kuoso , Ilmu nomer siji , ilmu nomer siji .

Kemudian aku termenung , memikirkan apa yang dikatakan seorang pengusaha yang menurutku sudah mencapai kesuksesan lahiriyah dan batiniyah , menyadarkanku betapa ilmu itu sangatlah penting mengalahkan segalanya ..