Apa jawab N.Sulaiman AS ketika Allah menyuruh Nabi Sulaiman AS untuk memilih antara Ilmu dan harta dan wanita
-Ilmu
lebih utama dari pada harta , karena Ilmu warisan Nabi ( Milik para
Nabi ) . Sedang Harta adalah warisan Qorun dan Fir aun.
-Ilmu menjaga kita , sedangkan harta harus kita yang menjaganya.
-Ilmu
ibarat teman hidup di dunia ini dan harta ibarat musuh kita . Sebab
kita punya Ilmu akan bermanfaat untuk kehidupan manusia di dunia
akherat , sedangkan kalau kita banyak harta akan menjadi musuh ,
mengapa ? karena harta menjadi orang banyak yang iri dan dengki.
-Orang banyak Ilmu menjadi Alim dan tidak di juluki kikir , tetapi orang banyak harta bisa jadi mendapat julukan kikir / pelit.
-Ilmu dapat menolong seseorang tetapi harta malah mencelakakan seseorang.
-Orang punya Ilmu tidak akan berkurang , tetapi orang punya harta bisa jadi akan semakin berkurang / surut
-Orang punya Ilmu akan rendah hati tetapi orang punya banyak harta , bisa jadi orang sombong / congkak
-Ilmu dapat menyinari hati sedangkan harta akan menyebabkan hati gelap atau keras
Sederhananya kita bisa loh ya menarik kesimpulan bahwa ilmu itu segalanya , coba bayangin seumpama kita memilih wanita , pasti harta pun akan habis ilmupun tiada. Kemudian ketika kita memilih Harta kita mungkin bisa mendapat wanita sesuai keinginan kita , tapi lagi dan lagi ilmu tidak akan kita dapatkan , karena sejatinya yang sudah menjadi ketentuan Tuhan bahwa Ilmu ataupun orang yang mencari ilmu tidak akan bisa sinkron dengan yang namanya ubuddunya (salah satunya harta).
Tapi coba liat diri kita , kemudian sekeliling kita saat ini , antara ilmu , harta dan wanita mana yang paling banyak dipilih :p. tak baiklah kalo aku menunjuk orang lain , aku sendiri aja selama kuliah dari semseter 1-4 sudah berapa kali bolos cuma gara gara ngurus kerjaan , tujuannya apa ?. Yaaa benar uang saudara tirinya harta. Gak munafik lah , aku sendiri sering lebih mentingin atau mengejar harta daripada Ilmu *khilaf .
Kadang aku juga mikir seusiaku yang masih muda , yang sebenernya gak punya tanggungan dan kewajiban apa apa selain belajar , begitu getolnya kerja sampai meninggalkan yang namanya mencari ilmu . Ngurus clothingan , ngurus perikanan sampai kadang ngurus nikahan orang yang menurutku sih ada sudut sudut yang bisa menghasilkan uang .
Sedikit cerita , kemarin sepulang disuruh ke pelelangan ikan disuruh ngepack dan nimbang ikan , ada tetangga yang kebetulan juga punya usaha di bidang perikanan nebeng pulang . Kebetulan ini orang adalah salah satu orang kaya yang yang ada di tempatku . Beliau memang tak seperti kebanyakan orang kaya yang menunjukkan kekayaannya dengan beli mobil atau rumah , tapi kalo orang itu beda , dia juga punya sih mobil tapi pickup sama truck , gak punya tuh familycar . Tapi orang ini punya lebih dari 3 perahu besar dan puluhan perahu sedang dan kecil , tapi aku gak tau beliaunya punya berapa banyak perahu kertas :p . Sekarang mari kita hitung bersama harga terendah 1 perahu besar itu sekitar sama dengan harga 1 mobil fortun*r / p*jero , kemudian perahu sedangnya mungkin seharga av*nza dan perahu kecilnya 2x harga motor B*son , Sudah bisa ngira ngira kan berapa harta yang dimiliki orang tersebut .
Tapi yang membuat aku rada ngehe , ketika orang tersebut menasehatiku dengan beberapa kata yang terangkai menjadi kalimat , begini bunyinya .
" Le , awakmu sekolaho sing pinter , seng temen , seng ikhlas , percoyo karo umik jenenge dunyo (harta) bakalan teko dewe goleki awakmu , tapi wong sugih akeh dunyone (hartae) iku gak mesti anugrahe Pengeran , kadang yo iso dadi cubone seko Pengeran . Bedane wong duwe ilmu sugih , karo wong ga duwe ilmu sugih iku jelas , jelase waktu faedahe hartane , leng seng berilmu bakal iso nguripno atine karo hartane , tapi lek seng ra duwe ilmu , bakal mateni uripe atine garagara hartane. Sugih dunyo iku ra sepiro ,ketimbang sugih ilmu mangkane iku sekolahe seng temen ben besok iso nguripno atimu waktu duwe harta akeh. Ojo sampe hartamu dadi nerokomu besok lek wes ngadep seng kuoso , Ilmu nomer siji , ilmu nomer siji .
Kemudian aku termenung , memikirkan apa yang dikatakan seorang pengusaha yang menurutku sudah mencapai kesuksesan lahiriyah dan batiniyah , menyadarkanku betapa ilmu itu sangatlah penting mengalahkan segalanya ..
Tapi yang membuat aku rada ngehe , ketika orang tersebut menasehatiku dengan beberapa kata yang terangkai menjadi kalimat , begini bunyinya .
" Le , awakmu sekolaho sing pinter , seng temen , seng ikhlas , percoyo karo umik jenenge dunyo (harta) bakalan teko dewe goleki awakmu , tapi wong sugih akeh dunyone (hartae) iku gak mesti anugrahe Pengeran , kadang yo iso dadi cubone seko Pengeran . Bedane wong duwe ilmu sugih , karo wong ga duwe ilmu sugih iku jelas , jelase waktu faedahe hartane , leng seng berilmu bakal iso nguripno atine karo hartane , tapi lek seng ra duwe ilmu , bakal mateni uripe atine garagara hartane. Sugih dunyo iku ra sepiro ,ketimbang sugih ilmu mangkane iku sekolahe seng temen ben besok iso nguripno atimu waktu duwe harta akeh. Ojo sampe hartamu dadi nerokomu besok lek wes ngadep seng kuoso , Ilmu nomer siji , ilmu nomer siji .
Kemudian aku termenung , memikirkan apa yang dikatakan seorang pengusaha yang menurutku sudah mencapai kesuksesan lahiriyah dan batiniyah , menyadarkanku betapa ilmu itu sangatlah penting mengalahkan segalanya ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar