Masih teringat jelas dalam ingatan apa yang terjadi waktu makan siang kemarin . Duduk sendiri di meja nomor 19 dengan menghadap kearah barat , dengan jendela di sebelah kiri dan tembok berisikan penuh foto empat dengan terbungkuskan pigora yang beda ukuran .
Tempat ini menurutku worth it , sayangnya tempat parkir yang terlalu sempit membuat kurang sedap dipandang . Makan siang ini terasa beda dengan makan siang biasanya , karena untuk pertama kalinya aku datang ke tempat tersebut tanpa ditemani seorang pun , padahal biasanya aku sering kesana bareng teman ataupun keluarga besar .
Nasi putih , sayur asem , pepes tongkol dan jus jambu , itu menu makanan yang aku pesan untuk makan siangku , sembari menunggu pesanan datang , aku streaming lagunya tulus yang judulnya sewindu . Keren , enak dan amazing banget untuk dinikmati , belum selesai sepenuhnya lagu dari tulus , pandanganku teralihkan ke meja nomor 15 yang berada di depan kananku .
Dimeja tersebut , terdapat dua orang yang lagi makan siang bersama . Ada sesuatu yang spesial menurutku pada saat itu , dimeja tersebut terdapat seorang laki laki dengan menggunakan seragam salah satu perusahaan swasta makan siang bersama seorang anak kecil yang berusia sekitar 6 tahun .
Hal yang spesial yang aku rasakan pada saat melihat mereka , adalah dimana pria tersebut begitu akrab dengan anak kecil tersebut yang aku simpulkan mereka adalah ayah dan anak .
Yang istimewa , ketika sang ayah menyuapkan nasi kepada anaknya , dibarengi tawa kecil dari anak tersebut , kemudian belum selesai makan sang ayah terlihat telaten dan tersenyum , mendengarkan sang anak bercerita , kemudian sang ayah memeluknya dan mencium keningnya. Aku tak tahu apa yang anak tersebut ceritakan kepada sang ayah, tapi apa yang aku lihat pada saat itu menunjukkan betapa perhatiannya seorang ayah kepada anaknya .
Kemudian muncul dalam pikiran saya , sambil berandai andai jika semua orang tua bisa seperti ayah tersebut memberikan perhatian kepada anaknya , mau mendengarkan anaknya mesti terkadang cerita tersebut tidak masuk akalatai sebatas guyon , pasti anak anak Indonesia tidak akan miskin perhatian yang berdampak pada kehidupan sosialnya .
Jujur aku sangat bahagia , sangat bersyukur dan adem banget lihat mereka , meskipun aku sendiri tak kenal siapa mereka , semoga kelak aku bisa jadi ayah yang selalu mau dan bersedia untuk berbagi waktu dan mendengarkan apa yang diceritakan dan dikatakan oleh anak saya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar