Sabtu, 27 Juli 2013

Aku dan sedikit cerita masa laluku


Masih teringat jelas dalam sadarku , saat aku mulai memberanikan diri untuk merubah jalan hidup dan pikiranku. Semua itu dimulai saat aku baru menginjakkan kakiku di suatu masa yang katanya adalah masa dimana kita belajar tentang hidup , tentang perjuangan , tentang arti dari sebuah keikhlasan berfikir , bekerja dan bertanggung jawab . mungkin terlalu cepat, ketika seorang pemuda biasa memegang dan membaca buku yang  menuliskan sebuah pencarian tentang Tuhan sebenarnya , Tuhan yang memang sebagai pencipta dirinya dan tempat berbagi akan semua yang dirasanya.
Semua itu dimulai dengan ketidak sengajaan dari diriku sendiri tapi aku percaya itu adalah kesengajaan yang Tuhan ciptakan untukku . Saat itu usiaku masih sekitar enam belas tahun , masih berseragam kebesaranku , seragam putih abu abu bertuliskan salah satu nama sekolah menengah atas yang tak sebegitu favorit di kotaku .
Masih terasa begitu letih , dengan sedikit wajah kucel dan berminyak kubuka pintu rumah , sepi  tanpa suara kulangkahkan kakiku menuju kamar yang letaknya pas ditengah bangunan rumahku . Segera ku taruh helm hitam yang baru dibelikan sama pacarku saat itu , masih dengan seragam yang menempel di badan yang sudah tak karuan baunya karena keringat aku menuju kamarku yang asli .
Kulihat ibuku tertidur , ya memang sejak ibuku menderita sakit aneh yang menimpanya bersamaan dengan hamilnya adik terakhirku Andini . Sebagai seorang pedagang , sebenarnya apa yang menimpa ibuku adalah sesuatu yang lumrah dan wajar meskipun tidak semua pedagang mengalaminya . Ibuku sakit memang kuasa Tuhan , tapi sedikit ulah manusia yang tak mengerti Tuhan membuatnya merasakan sakit yang memang diolah dengan akal akupun tak sampai .
Pada saat itu , yang aku tahu ibuku memang hamil , tapi dalam janin yang beliau kandung ada sebuah onggokan daging yang menyerupai bentuk bayi didalamnya . Ini semua diketahui saat ibu menjalani pemeriksaan kehamilan , ada keganjilan yang oleh medis dirasa aneh , dimana daging tersebut terkadang terlihat dan terkadang tidak terlihat dalam setiap pemeriksaan kehamilannya .
Aku menyadari pada saat itu keadaan keluargaku memang sedang berantakan , bukan masalah ekonomi tapi berantakan dalam managemen keluarga , dimana keadaan nyaman saat ibuku masih sehat kemudian berputar  dan terbalik . Semua pos pos kerjaan dimana ibuku yang biasanya mengerjakan berpindah tangan kepadaku .  Mulai dari urusan pekerjaan seorang pedang dan tengkulak Ikan di sebuah pelelangan , urusan sumur , urusan dapur bahkan urusan urusan yang semestinya kodrat wanita yang mengerjakannya seperti menyiapkan keperluan bapak dan adik adikku.
Di desa tempat asalku sudah menjadi kewajiban bahwa jika membangun rumah , harus bersama sama berdekatan berhimpitan dengan saudara saudara yang lain . meskipun demikian bukan jaminan ketika sseorang mengalami kesusahan,  orang terdekat  seperti saudarapun mau untuk ikut membantu atau bahkan malah orang lain yang dengan tanggap ada saat kita membuthkan . Mengapa bias seperti itu ? , coba tanyakan kepada Tuhan yang dengan kuasanya bias memutar balikan hati dan perasaan seseorang untuk menjadi pribadi yang baik atau buruk .
Memang  pada saat itu hubungan bapak dengan saudaranya yang lain sedang keruh , kekeruhan itu disebabkan sesuatu yang memang sensitive yaitu harta warisan . Dimana bapak cuma ingin apa yang menjadi hak keponakannya (anak dari kakak pertama bapak) diberikan , dan tidak dimakan sendiri atau dibagi bagi layaknya sebuah komisi tender oleh saudaraku yang lain .
Mungkin itu mengapa , ketika ibu sakit dirumah atau bahkan ketika dirawat di rumah sakit lebih banyak orang lain yang datang untuk sekedar menjnguk atau merawat ibu . Pernah suatu ketika saat aku dan adikadiku sekolah , bapak pergi ke pelelangan. Ibuk menangis menahan sakit sendirian , sampai adikku datang dari sekolah dan kemudian meminumkan obatnya untuk kedua kali  dalam waktu yang relative singkat.
Diusiaku yang masih enam belas tahun pada saat itu , aku mulai belajar dan mencoba memahami apa yang terjadi apa yang terlihat dan tampak didepanku . Aku juga mulai belajar berkompromi dengan keadaan , dengan kewajiban dan tanggung jawab sebagai anak pertam yang menggantikan kewajiban ibuku . Ada kalanya aku harus jadi ibuku dengan beres beres rumahnya , ada kalanya aku jadi ibuk yang pergi ke pelelangan ke ikan untuk mengecek , ngepack dan mendistribusikan ikan kepada pelanggan . Mungkin itu yang membentuk karakter kerasku baik dari omongan dan tindakan , dimana orang orang sekitarku adalah orang orang yang sangat keras dalam berjuang ,  karena untuk bertahan hidup mereka harus melawan panasnya matahari , gulungan ombak dan dinginnya angin ditengah laut dimalam hari .
Selain itu semua itu mengajarkannku untuk professional membagi waktu , Dimana dimalam hari aku harus di pelelangan untuk menjadi seorang tengkulak ikan dengan transaksi  penjualan berkwintal kwintal dan dipagi hari aku harus bisa jadi pelajar  baik yang tidak tertidur dalam kelas . Mungkin itu yang mengakibatkan aku sangat tidak suka melihat dan berurusan dengan mereka siapapun yang tidak bisa bertanggung jawab dengan waktu .  Aku selalu punya pemikiran sepintar apapun seseorang tapi dia tidak bisa bertanggung jawab dan professional terhadap waktu , buatku dia seperti  seorang kesatria tapi selalu tertinggal di medan perang , secara kasar sebutlah pecundang .
Semua itu terjadi  hampir delapan bulan lamanya , sampai disuatu malam secara kebetulan menurutku tapi tidak kebetulan menurut Tuhan , datanglah seorang teman bapak yang memiliki sebuah kemampuan lebih merasakan keganjilan yang terjadi . Masih teringat jelas ketika orang tersebut menyuruh bapak berwudhu , dan melakukan bacaan Quran dan beberapa wirit selama beberpa jam . Aku juga masih ingat bagaimana hawa yang aku rasakan dirumah sangatlah panas sampai butir butir keringat sudah sebesar jagung . Dan aku masih ingat , dengan mata telanjang  aku melihat sebuah cahaya merah terang keluar dari kamarku tempat ibuku tidur . Setelah itu apa yang dirasakan sangatlah berbeda dengan sebelumnya , hembusan angin , wangi semacam melati dan kurasakan juga energy yang sangat baik saat itu.
Mungkin itu yang selama ini menyiksa keadaan ibuku , membuat nya tak berdaya dan harus berada diatas kasur tujuh bulan lebih . Beberapa hari kemudian keadaan ibuku semakin baik baik dan sembuh seperti semula . Inilah hidup bagaimana terkadang rasa kurang dan serakah mengakibatkan seseorang tega kepada orang lain . Cuma urusan takut saingan dagang  , kehormatannya menjadi seorang manusia harus tergadai bahkan terbuang . Senyum ketika orang lain menderita , dan menangis ketika orang lain berbahagia adalah sedikit contoh penyakit hati .
Sekarang aku Cuma bisa berterimakasih kepada Tuhan , telah memberi semua itu sebagai pengalaman dan ruang / tempat belajar . Selain itu aku juga bersyukur  dipertemukan orang tersebut  yang kemudian mengajarkan dan menuntunku untuk sedikit berfikir dan berperilaku Sufism . Dimana mencoba dengan keras dan sebisanya aku untuk bercengkrama langsung  dengan Tuhan . Memperkenalkan aku dengan Jalaludinrumi yang mengekspresikan cintanya kepada Tuhan lebih besar daripada yang lain. Ikhlas dan husnudzon terhadap Tuhan adalah pelajaran yang paling dasar yang beliau ajarkan kepadaku dengan mempercayai apa yang terjadi pada saat itu kepadaku dan keluargaku  adalah versi  jalan takdir kehidupan yang terbaik diberikan Tuhan untuk aku . Semoga kelak aku atau kamu yang akan sampai duluan dalam penemuan jalan sunyi menuju jalan pribadi antara makhluk dan penciptaNya. 


Percayalah baik atau buruk yang terjadi pada kita , ikhlaslah dan khusnudzonlah itu adalah cerita terbaik yang dibuat Allah untuk kita , bersihkan hati buanglah benci dari hatimu meskipun banyak orang membencimu , berilah cinta meski tak seorang pun memberi cinta untukmu , karena itu salah satu cara kita bisa merasakan nikmatnya berhubungan dengan Allah. 
Menangislah ketika banyak orang yang mencintai kita  , tersenyumlah ketika banyak orang membenci kita  , karena itu bisa mengantarkan kita lebih dekat dan bergantung penuh kepadaNya

Senin, 15 Juli 2013

Ilmu , Harta Dan Wanita

Apa jawab N.Sulaiman AS ketika Allah menyuruh Nabi Sulaiman AS untuk memilih antara Ilmu dan harta dan wanita
-Ilmu lebih utama dari pada harta , karena Ilmu warisan Nabi ( Milik para Nabi ) . Sedang Harta adalah warisan Qorun dan Fir aun. 
-Ilmu menjaga kita , sedangkan harta harus kita yang menjaganya.
-Ilmu ibarat teman hidup di dunia ini dan harta ibarat musuh kita . Sebab kita punya Ilmu akan bermanfaat untuk kehidupan manusia di dunia akherat , sedangkan kalau kita banyak harta akan menjadi musuh , mengapa ? karena harta menjadi orang banyak yang iri dan dengki.
-Orang banyak Ilmu menjadi Alim dan tidak di juluki kikir , tetapi orang banyak harta bisa jadi mendapat   julukan kikir / pelit.
-Ilmu dapat menolong seseorang tetapi harta malah mencelakakan seseorang.
-Orang punya Ilmu tidak akan berkurang , tetapi orang punya harta bisa jadi akan semakin berkurang / surut
-Orang punya Ilmu akan rendah hati tetapi orang punya banyak harta , bisa jadi orang sombong / congkak
-Ilmu dapat menyinari hati sedangkan harta akan menyebabkan hati gelap atau keras

Sederhananya kita bisa loh ya menarik kesimpulan bahwa ilmu itu segalanya , coba bayangin seumpama kita memilih wanita , pasti harta pun akan habis ilmupun tiada. Kemudian ketika kita memilih Harta kita mungkin bisa mendapat wanita sesuai keinginan kita , tapi lagi dan lagi ilmu tidak akan kita dapatkan , karena sejatinya yang sudah menjadi ketentuan Tuhan bahwa Ilmu ataupun orang yang mencari ilmu tidak akan bisa sinkron dengan yang namanya ubuddunya (salah satunya harta).

Tapi coba liat diri kita , kemudian sekeliling kita saat ini , antara ilmu , harta dan wanita mana yang paling banyak dipilih :p. tak baiklah kalo aku menunjuk orang lain , aku sendiri aja selama kuliah dari semseter 1-4 sudah berapa kali bolos cuma  gara gara ngurus kerjaan , tujuannya apa ?. Yaaa benar uang saudara tirinya harta. Gak munafik lah , aku sendiri sering lebih mentingin atau mengejar harta daripada Ilmu *khilaf .

Kadang aku juga mikir seusiaku yang masih muda , yang sebenernya gak punya tanggungan dan kewajiban apa apa selain belajar , begitu getolnya kerja sampai meninggalkan yang namanya mencari ilmu . Ngurus clothingan , ngurus perikanan sampai kadang ngurus nikahan orang yang menurutku sih ada sudut sudut yang bisa menghasilkan uang . 

Sedikit cerita , kemarin sepulang disuruh ke pelelangan ikan disuruh ngepack dan nimbang ikan , ada tetangga yang kebetulan juga punya usaha di bidang perikanan nebeng pulang . Kebetulan ini orang adalah salah satu orang kaya yang yang ada di tempatku . Beliau memang tak seperti kebanyakan orang kaya yang menunjukkan kekayaannya dengan beli mobil atau rumah , tapi kalo orang itu beda , dia juga punya sih mobil tapi pickup sama truck , gak punya tuh familycar . Tapi orang ini punya lebih dari 3 perahu besar dan puluhan perahu sedang dan kecil , tapi aku gak tau beliaunya punya berapa banyak perahu kertas :p . Sekarang mari kita hitung bersama harga terendah 1 perahu besar itu sekitar sama dengan harga 1 mobil fortun*r / p*jero , kemudian perahu sedangnya mungkin seharga av*nza dan perahu kecilnya 2x harga motor B*son , Sudah bisa ngira ngira kan berapa harta yang dimiliki orang tersebut .

Tapi yang membuat aku rada ngehe , ketika orang tersebut menasehatiku dengan beberapa kata yang terangkai menjadi kalimat , begini bunyinya .

" Le , awakmu sekolaho sing pinter , seng temen , seng ikhlas , percoyo karo umik jenenge dunyo (harta) bakalan teko dewe goleki awakmu , tapi wong sugih akeh dunyone (hartae) iku gak mesti anugrahe Pengeran , kadang yo iso dadi cubone seko Pengeran . Bedane wong duwe ilmu sugih , karo wong ga duwe ilmu sugih iku jelas , jelase waktu faedahe hartane , leng seng berilmu bakal iso nguripno atine karo hartane , tapi lek seng ra duwe ilmu , bakal mateni uripe atine garagara hartane. Sugih dunyo iku ra sepiro ,ketimbang sugih ilmu mangkane iku sekolahe seng temen ben besok iso nguripno atimu waktu duwe harta akeh. Ojo sampe hartamu dadi nerokomu besok lek wes ngadep seng kuoso , Ilmu nomer siji , ilmu nomer siji .

Kemudian aku termenung , memikirkan apa yang dikatakan seorang pengusaha yang menurutku sudah mencapai kesuksesan lahiriyah dan batiniyah , menyadarkanku betapa ilmu itu sangatlah penting mengalahkan segalanya ..

Minggu, 30 Juni 2013

Tiada , Ada dan Tiada.

     Saat matahari mulai terbit dari timur kemudian berakhir di barat dan terus menerus berulang setiap hari , mungkin kita tak pernah memikirkan tentangnya , entah tentang mengapa atau bagaimana siklus itu terjadi setiap hari . Tuhan menciptakan semua yang ada di alam semesta bukan semata untuk bahan tontonan buat kita yang juga sebagai ciptaanNya. Lebih dari itu Tuhan telah memberi isyarat kepada kita untuk terus menggali danmemecahkan rahasia yang terkandung didalamnya. 

   Sama seperti halnya matahari dan siklusnya , kita adalah manusia ciptaanNya yang memiliki banyak rahasia yang memang seharusnya diungkap dan dipelajari guna mendapat sesuatu yang sekirana bermanfaat buat diri kita , orang lain dan lingkungan sekitar kita. Pernahkah kita sadari bahwa sesungguhnya manusi yang katanya makhluk tampak adalah makhluk yang tidak tampak , hal ini dapat dibuktikan dengan meraba badan kita , banyak anggota tubuh yang sifatnya penting tidak nampak oleh mata telanjang . 

   Dari situ dapat kita simpulkan bersama secara sederhana bahwa manusia adalah makhluk gaib (tak tampak). Begitupun awal penciptaan kita yang berasal dari tetesan air mani yang tercampur kemudian menjadi segumpal daging , kemudian ditiupkan ruh kita kedalam gumpalan daging tersebut dan jadilah kita seperti saat ini . Bukankah semua proses itu berasal dari sesuatu yang tiada kemudian ada dan jika sudah habis masa tugas kita di bumi , Tuhan lantas meniadakan kita , jadilah kita tiada. 

   Kalo kita mau sejenak merenungkan jalannya hidup kita  , semua yang terjadi pada hidup kita ternyata lebih banyak yang bersifat dhomir daripada yang dhohir. Mulai dari sperma yang keluar ,kita tidak dapat dengan jalas menunjuk mana yang bakal menjadi manusia , kemudian apa yang kita lakukan dalam keseharian kita baik atau buruk beserta ganjarannya itu semua lebih banyak yang bersifat dhomir daripada yang dhohir. Sampai saat akhir hidup kita dengan tertariknya ruh kita itu juga sesuatu yang dhomir bukan dhohir , hanya Tuhan dan malaikat yang ditugaskan , yang tahu bentuk dari ruh itu sendiri .

Manusia berawal dari tiada , kemudian sejenak untuk ada , dan berujung di katiadaan yang abadi ketika kita sudah berpulang kehadapanNya.


Selamat jalan teman sekelasku  "Lutfi Indra Septiawati " , pada saat ini mungkin kamu lebih dulu dari aku untuk menyelesaikan siklus tiada , ada dan tiada . Aku percaya ini bukan akhir dari hidupmu melainkan awal hidupmu yang baru dengan dimensi dan waktu yang berbeda denganku. Selamat jalan kawan , selamat memulai perjumpaan denganNya , semoga kau mendapat tempat yang terbaik disisiNya...

Sabtu, 01 Juni 2013

In Dee Naam Van God

Tulisan ini adalah respon dari sebuah karya pendek dari seorang teman dari fakultas sastra yang berjudul In Dee Naam Van God .

Perlu kita pahami bersama , Indonesia adalah negara yang terdiri dari lebih 17 ribu pulau yang membentang dari barat ke timur . Dengan segala perbedaan geografis , suku , bahasa ,adat dan tentunya kepercayaan dalam ber Tuhan.  Dalam tulisan  Ninok Leksono , Kompas , Kamis 12 Agustus 2010 . Beliau pernah di beritahu oleh Prof. Stephanie Newman dari Colombia University New York , beliau berkata bagaimana Indonesia yang tersusun dari begitu banyak keragaman bisa berdiri . Beliau satu dari sekian banyaknya orang yang menyebut Indonesia sebuah keajaiban , terlepas dari kemustahilan strukturalnya.

Jika kita mau menginstropeksi dan sejenak berpikir  tentang Indonesia , tentunya kita akan sadar bahwa bangsa ini , bangsa yang bernama Indonesia ini adalah anugerah yang diberi Tuhan kepada kita , dengan segala perbedaan yang ada , kita masih berdiri tegak dan menjadi satu . 

Bangsa Indonesia bisa lahir salah satunya karena ada dua pengorbanan yang mau merelakan dominan kemayoritasannya demi persatuan bangsa Indonesia .  Yang pertama adalah ketika sumpah pemuda tahun 1928 dimana jong java merelakan bahasa melayu untuk diganti bahasa Indonesia demi terjalinnya persatuan Indonesia . Bisa dibayangkan jika kerelaan itu tidak ada , dan sampai skg masih mengunakan bahasa melayu pasti yang kita nikmati sekarang bukan republik  Indoesia , melainkan republik jawa dimana akhirnya sunda , bugis , minang , batak , Madura tidak akan bersatu .

Yang  kedua adalah ketika perumusan Pancasila , dimana pada saat itu para wakil dari umat islam yang menjadi mayoritas  rela menghapus beberapa kata di sila kesatu . Kesepakatan itu menjadikan Indonesia milik rakyat Indonesia bukan milik sati agama tertentu.

Pada kenyataannya sekarang , Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama di pancasila tampaknya masih belum direnungkan dan dihayati sepenuhnya oleh  masyarakat Indonesia. Sederhananya sebagai bukti, masih sering kita temui dalam kehidupan sehari hari kekerasan kekerasan yang mengatasnamakan agama , hal tersebut tentunya didasari  adanya kebencian  kepada mereka yang berbeda keyakiyan dan menganggap apa yang dia yakini paling benar.

Yang sangat memprihatinkan kita sekarang adalah munculnya orang ataupun kelompok yang cenderung memuliakan dan mendewakan agama , seolah olah mereka hendak mempetakan aturan dan kasih Tuhan  menurut agama yang mereka anut. Dengan demikian mereka menganggap seolah seolah Tuhan tidak mampu menciptakan kebenaran dan cinta kasih bagi makhluknya.  Mereka menganggap jika ada seseorang atau kelompok yang tidak sekeyakinan dengannya harus disikat , dihabisi dan disingkirkan semakin terasa hebat bagi mereka jika menggunakan kekerasan.

Kekerasan yang terjadi pada masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan Agama tentunya menjadi sebuah cerminan bentuk pola pikir masyarakat Indonesia lebih menomorsatukan Agama daripada Tuhan , tanpa mereka sadari sebenarnya agama adalah sebuah cara atau alat bagi manusia untuk lebih dekat kepada Tuhannya . Kemudian perlu kita pahami bersama untuk mendekati Tuhan tentunya hati kita haruslah bersih dari segala prasangka buruk , amarah dan nafsu . Dari mana kita bisa dekat dengan Tuhan jika kita masih punya prasangka buruk kepada mereka yang berbeda keyakinan dengan kita ?. Bagaimana kita bisa berdekatan dengan Tuhan jika hati kita masih diselimuti amarah kepada mereka yang tak sekeyakinan dengan kita ?. Bagaimana kita mendekati Tuhan jika dalam hati kita masih tersimpan gumpalan nafsu untuk menerkam dan membinasakan mereka yang berbeda dengan kita ?. Tuhan Maha segalanya , Ia tak perlu pembelaan kita untuk tetap terjaga dengan semua dzatnya. Tuhan tidak butuh pedang ,kapak ,golok ,bambu ,pentungan bahkan bom dari makhluknya agar eksitensi Nya terjaga Islam ,Hindu, Kristen, Budha, konghucu, Katolik mengajarkan tentang cinta kasih kepada sesama.

Jadi Oleh sebab itu mari mulai sekarang , kita bersama sama mensyukuri Kebhinakaan kita sebagai Rahmat terselubung yang diberikan Tuhan untuk Indonesia dengan cara saling mengasihi , melindungi dan bertoleransi agar tercipta kehidupan yang lebih baik bagi Indonesia .

Indonesia adalah negara plural . pahami jihad  dngan tepat bukan dengan radikal . bhinneka tunggal ika bukan sekedar mainan  In Dee Naam Van God”  (Raisha ; 2013)



Minggu, 19 Mei 2013

Karena Berani Itu Beda Dengan Nekat

Ketika seseorang sudah diberi sebuah tanggung jawab , hanya dua kemungkinan yang akan dilakukan oleh seseorang tersebut , yaitu menerima atau menolak sebuah tanggung jawab itu . Tapi sebelumnya , perlu kita ketahui tak akan mudah kita menemukan seseorang yang bisa memberikan pilihan dan jawaban kepada dirinya sendiri apakah dia akan menerima atau menolak tanggung jawab tersebut.

Sejatinya seorang manusia haruslah bisa menentukan pilihan hidupnya , termasuk sebuah tentang tanggung jawab tersebut . Saya merasa tak sepenuhnya orang yang menerima tanggung jawab itu pemberani dan mereka yang menolak tanggung jawab adalah pecundang. Hal ini dikarenakan , saya sendiri mungkin tipe orang yang percaya sebuah jawaban atas pilihan tanggung jawab itu harus dipikirkan dan harus diperhitungkan mulai dari awal sampai dengan  akhir dari tanggung jawab tersebut . 

Menurut saya dapat dimaknai secara sempit , jika tanggung jawab itu adalah sebuah amanat . Dan seyogyanya amanat itu harus disampaikan dan dilaksanakan , samahalnya dengan tanggung jawab. Sebuah jawaban akan penerimaan atau penolakan terhadap sebuah tanggung jawab haruslah dengan perhitungan dan pemetaan yang jelas. 

Seseorang yang berani adalah dia yang melakukan sesuatu dengan segala perhitungan dan pemetaan yang jelas bersumber pada data dan realitas yang ada disekelilingnya , juga dengan penyeimbangan naluri , rasa dan hati , sehingga diapun tak akan salah ketika menentukan pilihan menerima atau menolak , karena dia sudah faham dengan sekitarnya sehingga diapun bisa mengkontrol dengan baik dan bahkan mengetahui apa yang terjadi kedepannya atau bisa disebut dia akan mengetahui hasil dari sebuah pilihannya. 

Berbeda dengan nekat , seseorang yang nekat mungkin tak akan melakukan pemikiran , perhitungan dan pemetaan segala aspek sekitarnya untuk menentukan pilihannya akan sebuah tanggung jawab yang dia pikul . Bukan berarti semua orang nekat akan gagal dalam pelaksanaan sebuah tanggung jawabnya , tapi peluang untuk gagalnya sebuah tanggung jawab itu besar. 

Kita tidak bicara tentang factor luck , yang bisa memutar 360 derajat hasil akhir sebuah tanggung jawab , akan tetapi kita mencoba mengupas secara rasional tentang berani dan nekat itu sendiri . 

Sebuah pelajaran sederhana ketika kita ditunjuk sebagai pemimpin dalam kelas atau kelompok , ketika kita bisa mengetahui , memperhitungkan dan memetakan keadaan sekitar kita , tentunya seberapa berat sesuatu yang akan kita hadapi pastinya akan berani kita hadapi dan tentunya sudah bisa diprediksi bagaimana hasil akhirnya , berbeda dengan yang tidak tahu tentang sekitarnya , mungkin akan susah untuk membawa kelompok yang ia pimpin untuk berhasil dan berprestasi .

Seorang pemberani selalu menggunakan otak dan hati untuk menentukan sebuah tanggung jawab yang harus ia pikul , berbeda dengan mereka yang nekat , lebih sering menggunakan otot dan tenaga yang lebih sering terbuang sia sia . 

Jadi ketika kita sedang dipertanyakn tentang penerimaan atau penolakan akan sebuah tanggung jawab , analisis segala aspek disekitarmu baik itu yang akan mendukungmu atau bahkan yang menjatuhkanmu . Karena keberhasilan kepemimpinan sebuah tanggung jawab dilihat dari seberapa pintar dia untuk menggenggam erat dan bergandengan tangan bekerja bersama dengan setiap aspek pendukungnya , tetap bisa mengkontrol dan bisa mengalahkan setiap penghalang dan yang akan menjatuhkan kita dengan elegan.

Selamat memilih , menolak dengan bijak atau menerima dengan bunuh diri sebuah pilihan tanggung jawab :))

Sabtu, 20 April 2013

S E S A L

Di usiaku yang sudah 20 tahun mungkin sudah bisa dibilang dewasa , atau bisa disebut  matang dalam berfikir setidaknya , aku sudah mampu membedakan mana yang salah dan mana yang benar , dan mungkin aku juga sudah bisa menentukan baik atau buruknya sesuatu yang aku alami atau akan aku alami.

Selama duapuluh tahun , aku hidup di dunia ini tentunya tak lepas dari banyaknya kesalahan yang aku lakukan , tanpa disadari dari banyaknya kesalahan yang aku lakukan , entah itu disengaja atau tidak disengaja ,aku ngerasa itu hasil dari kebodohanku sebagai manusia . Kebodohan yang berasal dari ketidaktahuanku atau kebodohan yang sengaja aku lakukan dengan melanggar pengetahuanku. 

Kebodohan yang disebabkan oleh ketidaktahuanku mungkin masih bisa dimaklumi , karena sebegitu banyak pengetahuan yang disediakan semesta ,sehingga masih begitu banyak yang mungkin memang belum aku tahu dan belum aku pelajari . kemudian kebodohan yang disengaja ,  dalam artian aku tahu tentang sebuah ilmu / pengetahuan tapi aku masih belum bisa mempraktekannya. 

Hal itulah mungkin yang melahirkan sebuah penyesalan , dalam artian begini ," Mengapa aku yang sebenarnya tau tentang suatu ilmu tidak bisa sepenuhnya mmpraktekkannya. Dan yang terjadi pada diriku saat ini adalah ,ketika aku tahu bahwa mencari atau menuntun ilmu itu hukumnya wajib bagi semua manusia dan tanpa batasan umur aku masih belum mampu dan bahkan gagal melakukannya.

Contoh sederhananya begini , aku lahir dilingkungan yang kental dengan agama . Keluarga besarku juga adalah golongan kaum santri yang begitu kentalnya nuansa islam dan religiusnya lumayan tinggi . Sejak kecil aku sudah ditempatkan di tempat pendidikan agama , khususnya madrasah dan pesantren.
Selama hampir 13 tahun aku mengennyam yang namanya pendidikan agama .

Mulai dari belajar yang dasar yaitu membaca Al-quran , kemudian belajar bahasa arab , Nahwu sorof , fiqhih , tauhid , hadist sampai Tafsir . Dengan kitab kitabnya mulai dari imriti , alfiyah , safinah , taklim mutaalim , kifayatul awwam , tadzhib , usul fiqih , tarikh , bulughur marram , riyadushalihin , mukhtarul al hadist , irsyatul ibat sampai yang paling top Tafsir jalalain . Hal tersebut bisa dibuktikan setidaknya saya mampu untuk membaca kitab kuning yang disebutkan diatas . 

Nah , kemudian yang sangat menjadi penyesalan dalam hidupku selama 20 tahun ini ada 2 .:
Yang pertama adalah , Mengapa dulu disaat aku disuruh orang tua untuk memperdalam ilmu agama aku males , membangkang , sering tidak masuk (bolos) padahal ilmu agama itu penting . Apalagi aku anak pertama dan anak lakilaki satunya , yang bakal jadi imam buat keluargaku , buat adikadikku dan juga dari keluarga ibuku , cuma aku anak lakilaki . Aku juga harus jadi imam untuk kedua kakak perempuanku dari pakdhe dan dua kakak perembuanku dari budhe . Setidaknya aku harus jadi imam buat mereka sampai ada pendamping hidupnya , kalau ilmu agamaku tidak mumpuni apakah aku bisa menuntun mereka untuk tetap selalu ada di jalan yang telah ditunjukan Allah Swt .

Yang Kedua,  dari sekian banyak yang aku pelajari aku masih belum bisa mengamalkannya semua . Faktanya sholat aja masih sebagai penutup kewajiban bukan sebuah kebutuhan , selain itu sering bolong . Zakat , msih sebatas zakat fitri dan zakat penghasilan , belum sepenuhnya  mampu bersedekah dg ikhlas , jujur dan menyembunyikan tangan  kanan dari tangan kiri . Puasa ? cuma puasa ramadhan doang , yah meskipun alhamdulilllah full terus tapi apa puasaku itu bener-bener puasa ? . Selain dari semua itu ak mash ngerasa banyak yang belum aku amalkan , wallahuallam lah apa yang bakal aku terima dari Allah SWT kelak.

Aku tidak pernah dan tidak akan menyalahkan  oranglain dengan semua ini , semua kebodohan ini murni salahku . Dan sekarang kiranya apa yang bisa aku lakukan ?. Balik dari awal belajar semua tentang ilmu agama , setidaknya kelak aku mampu menjaga diriku dan keluargaku untuk tidak berurusan dengan perbuatan yang bathil dan dilarang oleh agama .

Semoga aku masih diberi kesehatan agar  bisa terus belajar , supaya kelak aku bisa bermanfaat khususnya buataku dan  kaluargaku , dan masyarakat pada umumnya . Barrakallahu ...
Semoga diberi barokah ilmu , pintar bukan untuk membodohi dan semoga bermanfaat..

Alfatihah kepada semua yang pernah mengajarku dan memberiku ilmu walau satu ayat khusunya Buya KH. Cholil Mustofa dan ibu  , Semoga tetap dilindungi Allah dan semoga ilmu yang aku dapat barokah fiddini wal akhirah . Alfatihah....

Minggu, 07 April 2013

Berkenalan dengan diri sendiri .




Dalam tataran keilmuan pikiran , dapat disederhanakan bahwa Tuhan menciptakan sesuatu dengan beberapa tingkatan .
Tingkatan pertama adalah ciptaan Tuhan yang bernama Makhluk Hidup, Tuhan menciptakannya bermacam macam ada manusia , hewan tumbuhan , langit , bumi , tanah , surga , neraka dan masih banyak yang lainnya.
Kemudian pada tingkatan kedua , dikhususkan menjadi manusia . Mengapa demikian ? karena manusia dibekali  kelebihan yang bernama akal pikiran , hal tersebut adalah pembeda dasar antara manusia dengan makhluk lain , yang terdapat pada tingkatan pertama .
Sederhananya jika kita memang manusia , pastinya kita dapat berbuat , berpikir dan bertindak dengan menggunakan akal dan pikiran kita . Jika dilihat dan dirasakan ada dari perbuatan kita yang tidak menggunakan akal pikiran dalam melakukan sesuatu , itu menandakan kita (manusia) mengalami degradasi  kembali ke tingkat pertama . Apa perbedaan kita dengan hewan ? jika kelakuan kita tidak berakal ? .
 Akan tetapi , jika kita berhasil untuk menggunakan akal pikiran  , maka naiklah tingkatan  kita ke tingkat selanjutnya yang disebut Khalifatul ardhi . Pada tingkatan Khalifatul ardhi  inilah sebenarnya titik aman kita sebagai manusia .

Karena pada dasarnya Tuhan menciptakan kita (manusia) , dengan dibekali akal dan pikiran untuk menjadi seorang khalifah fil ardhi , hal tersebut sudah jelas dalam Al-quran  (QS. Al-Baqarah [2]:30) “ Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat “sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang Khalifah di muka bumi “. Ayat tersebut sudah jelas jika , hakekat manusia diciptakan untuk menjadi khalifah dibumi ,.  Dengan dibekali akal dan pikiran , manusia diharapkan dapat berperilaku dan berbuat selayaknya dia seperti manusia .

Akan tetapi , muncullah pertanyaan besar dalam diri kita bagaimana cara kita bisa dapat menjadi  khalifatulfil ardhi . Menurut hemat pemikiran saya sebelum kita menjadi pemimpin untuk bumi , sebaiknya kita  belajar terlebih dahulu bagaimana cara memimpin diri kita . Cara memimpin diri sendiri yang paling sederhana adalah , menggunakan kelebihan kita , yakni kelebihan akal pikiran yang telah diberikan Tuhan kepada kita , dimulai dengan berkenalan dengan diri sendiri .


Masih teringat jelas dalam hati maupun dalam otak pepatah umum  yakni.” Tak Kenal Maka Tak Sayang”.   Hal tersebut rupanya juga pas untuk diri kita , kita tidak akan menyayangi diri kita jika kita tidak kenal siapa diri kita sebenarnya .
Dengan menggunakan akal pikiran yang telah diberikan Tuhan , itu memberi jalan awal untuk mengenal diri sendiri . Langkah selanjutnya adalah memperkerjakaan akal pikiran tersebut , dengan bermodal pengetahuan / ilmu , akal pikiran bisa memilah sesuatu , dalam artian mampu memilah mana yang salah dan mana yang benar .
Berfikir dengan akal dan pikiran bagaimana untuk menjauhi sesuatu yang dilarang oleh Agama , hokum , dan norma yang ada di masyarakat itu membuktikan bahwa akal  kita berhasil menuntun dan menunjukkan tentang sesuatu yang tidak boleh kita lakukan artinya hal tersebut salah .  
Kemudian  jika dengan akal dan pikiran , kita mampu untuk berbuat dan bertindak sesuai anjuran atau aturan yang berlaku di Agama , hokum dan norma masyarakat ,  itu membuktikan jika akal pikiran kita berhasil membawa kita untuk jalan yang benar .
Sebaliknya  jika keduanya terbalik , itu menunjukkan bahwa kita  sudah gagal memperkerjakan  akal pikiran kita , secara otomatis kita telah gagal untuk memimpin diri kita sendiri dan pastinya gagal untuk memimpin bumi ini (khalifatulfilardhi).
Sekarang mari meraba diri kita sendiri  , apakah kita sudah mampu memimpin diri kita sendiri dengan cara kenal dengan pribadi kita,  baik yang dzohir ataupun dzomir . Alangkah baiknya kita gunakan akal dan pikiran disertai pengetahuan/ilmu  untuk memimpin diri  diri kita sendiri dan bersiap untuk menjadi khalifatulfirardhi yang sebenarnya. Karena seorang khalifatulardhi  yang asli, tidak akan melakukan sesuatu yang  salah , melanggar  aturan dan menyakiti sesamanya , melainkan akan berbuat  yang sesuai  aturan dan tentunya berbagi cinta kasih untuk semuanya…

Kamis, 14 Maret 2013

#IniDuniaku | Hal baru.

Secangkir kopi tahlil khas pekalongan masih tercium bau khasnya , hitam pekat dan bau rempah tercampur menjadi satu , menjadikan kopi ini nikmat untuk dinikmati kapan saja . Pagi ini dimulai dengan datang kekampus , tapi sayang beribu sayang dosennya tak datang :) .Dan akhirnya balik ke kosan , dengan senyum lebar dan dalam hati bilang , nikmatnya pagi ini hehehe..

Eh tapi ntar jam 1 harus balik kampus lagi , untuk kuliah selanjutnya . Inilah gak enaknya semester 4 dibandingin ama semester-semester sebelumnya . Ada  waktu yang memisah antar mata kuliah satu dan mata kuliah yang lain . Tapi sudahlah , dinikmatin aja dibandingin ama kelas lain yang kuliahnya full beruntun dari pagi sampe sore .

Sampai dikosan pun , sepi banget hanya ada satu temenkos , yang tertinggal dikosan . Yah mungkin karena dia kuliahnya siang . Apa yang musti aku lakuin coba , kalo udah nganggur gini ?.  Gak ada kerjaan bro pagi ini , dan akhirnya surfing internet aja , cari cari yang asoy .

Mulai dari streaming videonya teh sarasvati , sierra soetedjo , pure saturday , angsa dan serigala dan masih banyak yang lain , aku lupa saking banyaknya :p . Sampai akhirnya aku kepikiran ama kerjaanku , kerja di industri creative itu gampang - gampang susah , tapi selama ini kayaknya masih belum nemu kesusahan , entah kenapa , mungkin karena akunya menikmati banget kerja di dunia beginian . 

Tapi urusan kerja ginian , nuntut kita untuk selalu update tentang kehidupan masyarakat , yah baik secara langsung atau tidak langsung , itu semua ngefek ama kerjaan kita . Entah kenapa dari dulu sampai sekarang aku tak pernah punya pikiran buat keluar dari kerjaan ini . Entah kenapa juga di hati dan di pikiran gak pernah kepikiran untuk cari kerjaan yang sifatnya berlawanan dari dunia kerjaku sekarang :) .

Yah meskipun belum besar besar amat , kerjaku didunia industri creative sangat dan sangat begitu membuat nyaman , nah pagi ini kebetulan lagi pengen cari cari bahan bacaan dan inspirasi tentang " wedding planner / wedding organizer " . Memang sih , keduanya itu beda , tapi yah bedanya gak jauh jauh amat . Bisa dikatakan keduanya , serupa tapi tak sama . 

Bicara tentang keduanya , tentunya harus dipahami dulu kalau semua yang berkaitan dengannya itu butuh kekreativan , dan balik lagi ujung-ujungnya bicara tentang konsep , konsep dan konsep . Nah ini mungkin yang menyebabkan kita untuk update , paling gak kalo kita update tentang apa yang terjadinya , itu bisa menjadi tambahan atau bahkan menjadi dasar lahirnya konsep yang akan kita pakai :).

Bayangin coba , kalo kita kerja beginian kita gak update ? , yah mungkin calon customer kita akan susah , kasian juga kalau apa yang mereka inginkan gak dapat kita terima dengan baik hanya gara gara kita gak tahu apa yang mereka inginkan . 

Meskipun pengalaman masih minim banget dan harus terus belajar , alhamdulillah sudah dua kali dapat pekerjaan buat ngurusin weddingnya orang dan diluar kota lagi , bahkan yang kedua ini di luar provinsi . Jujur untuk smentara ini , aku masih gak sebegitu itung-itungan yang namanya laba atau keuntungan , buatku sementara ini asal customer puas itu udah bikin seneng banget .

Aku tipe orang ang percaya kalo urusan rejeki , udah diatur dan disesuain ama kebutuhan . Jadinya gak seberapa ngebet ngejar gituan , cukup buat akomodasi dan ada sisanya dikit buat tabungan itu udah cukup . Dalam hati , pastinya punya keinginan buat bikin semua ini besar , tapi udahlah aku masih muda banget , masih mahasiswa,  kebutuhanku juga gak banyak banyak banget , Malah terkadang ,untuk saat ini aku takut kalo dikasih rejeki yang melebihinya begitu banyak dari kebutuhan . Takut gak kuat , namanya rejeki itu juga sebuah cobaan , seberapa kuat kita bisa amanat atas rejeki yang kita dapat .

Tapi sudahlah , intinya aku adalah orang suka dan nyaman dengan dunia kerjaku saat ini . Yang tak pernah ribet ama seragam , protokoler yang hamsyong banget ribet dan menurutku,  kerja ini bisa bermanfaat buat orang banyak dengan cara membuka lapangan pekerjaan buat orang lain dan jadi perantara pembuka jalan rejeki buat orang lain :).


 ~ Sukses itu menurutku , bukan hanya punya kedudukan , bukan hanya punya harta banyak
tapi , sukses itu adalah , dimana kita bisa membuat banyak senyum bagi orang sekitar kita dan bermanfaat bagi orang lain ~ 

Selasa, 12 Maret 2013

#CintaNesia | "Masih Enak Jaman Pak Harto"



Malam itu baru selesai hujan , suhu  di kota kota ini pun terasa lebih sejuk , bisa juga dibilang dingin .
Petang pun baru dimulai , pas setelah melaksanakan kewajiban seorang muslim yaitu sholat maghrib , akupun bergegas untuk keluar , yah malam itu aku rasa malam yang pas buat menikmati coklat panas sambil ngomongin kerjaan bareng seorang temen dari kampus sebelah .

Sebelum berangkat ke tempat tujuan , aku sempatin mampir ke Atm buat ngambil duit , maklumlah anak kos , jangan sering ada duit banyak di dompet bahaya bisa boros :) . 
Setelah itu , mampir makan juga,  entah kenapa kok rasanya malam itu pengen banget makan nasi goreng jawa depan kampus , yaudah sekalian aja mampir makan .

Diawalai dengan sapaan khas dari abang penjual nasi goreng ," Kate mangan opo kate tembel ban ,(mau makan apa mau tambal ban ) sapanya sambil tersenyum.
Kemudian aku jawab ngaco aja , " Ora mas , ape renang iki. (enggak mas , mau renang ). kemudian kita berdua ketawa kecil . Mungkin karena udah sering banget aku makan disana ,abang penjual nasi goreng ini pun tak perlu tanya aku mau pesen apa .
Tetep tak ada yang berubah dari abang nasi goreng yang satu ini , tetep dengan tubuh tambunnya dan konyolnya . Di samping gerobak nasi goring si abang ini , ada juga bapak bapak paruhbaya yang ikutan jualan juga , tapi jualan cikar , alias cilok bakar .
Sambil nungguin nasi goring jawanya mateng , Tak lupa aku sapa juga bapak bapak sebelah ini.
“Piye kabare pake? sehat ? (gimana kabarnya pak ? sehat?) tanyaku ke bapak penjual cilok tersebut.  

“Alhamdulillah sehat mas , Cuma dompet yang kurang sehat , jawabnya .
Sambil mengernyitkan dahi , aku Tanya balik tu bapak penjual cilok , Lah kok saget ngoten pak ? (kok bisa begitu pak?) .
“ Lah  gimana mas , jualan sepi musim nikahan juga lahkok dibarengin ama harga bawang , harga Lombok (cabai) naik, bentar lagi harga beras , terus kita jualannya gimana mas , “ jawabnya.
“Enggeh pak , kulo ningali teng berita regine bahan bahan mundak sedanten ( Iya pak , aku juga nonton di berita harga pada naik semua) ,”ucapku.
Kemudian abang nasi goreng pun ikutan nimbrung , sambil ngasih nasi goreng pesenanku yang udah mateng . “ Mundake ikuloh mas kebangeten , dek wingi isek telung puluh limo ewu , saiki wes sewidak , seng bakulan koyok kene iki nguelu mas . (Naiknya ituloh mas kebangetan , kemarin masih tiga puluh lima ribu , sekarang udah enam puluh ribu , yang jualan seperti kita ini pusing mas ).
Sambil , menyantap nasi goreng aku cuma menganggugkan kepala .
Kemudian , bapak penjual cilok bakar pun berucap kembali ,” sek penak jaman Pak Harto , masio otoriter tapi rakyat makmur (Masih enak zaman pak Harto , meskipun otoriter rakyat makmur ).

Perkataan bapak tersebut , berhasil membuatku berhenti makan untuk beberapa saat . Memang tidak aku respon perkataan tersebut , tapi jujur omongan barusan berhasil membuatku berfikir atas keadaan bangsa ini.
Sekejap didalam otakku berterbangan pertanyaan .
Apakah benar virus RPH (rindu pak harto) sudah menyerang kembali masyarakat Indonesia , dimana masyarakat  merasakan jauhnya perbedaan mudahnya hidup di jaman Pak Harto dengan hidup jaman sekarang .
Pertanyaan yang lain pun ikutan bermunculan , apakah reformasi tahun 1998 tidak berpengaruh , dan tidak berhasil membuat masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik?

Bagaimana kinerja pemerintahan sekarang , apakaha mereka gagal?

Pertanyaan pun muncul begitu banyak , tapi perlu dipahami satu persatu tentang opini masyarakat yang mengatakan bahwa lebih enak hidup di jaman Pak harto daripada di jaman sekarang , meskipun bukan suara mayoritas tapi aku yakin , di berbagai daerah dan di hati masyarakat (awam) banyak yang berpikiran sama dengan bapak penjual cilok diatas .
Memang kita harus akui , Presiden Soeharto adalah presiden yang penuh dengan kontroversi , mulai dari kediktatorannya , isu KKN yang begitu banyak berkembang dan masih banyak yang lain . Tapi kita pun tak boleh untuk sepenuhnya menyalahkan beliau , kita harus inget dan mengapresiasi prestasi kerja beliau.
Pembangunan yang kita rasakan sekarang , swasembada di sektor pertanian dan masih banyak yang lainnya , kalo mau jujur  , kita harus mengakui jika hamper sebagian besar jalan tol yang ada di Indonesia di bangun pada era kepemimpinan Pak Harto.

Selain itu berbicara tentang , kemakmuran masyarakat itu memang benar adanya , hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya dan seringnya masyarakata berucap “Lebih enak Zaman Pak Harto”

Entahlah , bagaimana masyarakat menilai tentang Pak Harto , tapi kita sebagai pemuda perlu ikut berfikir , kok bisa masyarakat menganggap lebih enak hidup di zaman pak harto ,meskipun telah kita ketahui bersama betapa sulitnya untuk berbicara , berekspresi dan berkarya pada zaman itu.
Terus , bagaimana dengan pemimpin kita sekarang ? . Ah sudahlaah , aku mungkin bagian dari orang orang yang pesimis terhadap pemimpin kita saat ini . terlalu sibuk dengan urusan pribadinya , golongannya dan keluh kesahnya .Mungkin rakyat seperti kita tak penting untuk diurusi .

Semoga pada 2014 , ada calon yang benar benar mumpuni untuk memimpin negara yang kata cak nun adalah bocoran dari surga yang bernama Indonesia .